Paguyuban Ismaya Dorong Danais Tersebar Merata di Seluruh DIY

Paguyuban Ismaya saat menggelar acara Temu Kangen Pejuang Keistimewaan DIY, belum lama ini. - Istimewa
27 Desember 2021 21:27 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah lama vakum, lurah dan pamong kalurahan se-DIY yang tergabung dalam Paguyuban Ismaya kembali bertemu dalam acara Temu Kangen Pejuang Keistimewaan DIY. Agenda ini diawali dengan bakti sosial pembagian sembako di Aula Kantor Kalurahan Banguntapan, Bantul, Kamis (23/12/2021).

Dalam pertemuan yang digelar, Ismaya memberikan masukan terhadap pelaksanaan Keistimewaan DIY yang sudah berjalan sembilan tahun setelah disahkannya Undang-Undang No.13/2012 tentang Keistimewaan DIY. Apalagi, Ismaya menjadi salah satu yang mengawal keistimewaan sejak awal.

Ketua Paguyuban Ismaya, Bibit Rustamta menuturkan salah satu tujuan keistimewaan DIY adalah demokratisasi di tingkat desa. Sebagai salah satu pejuang keistimewaan, lurah dan pamong ingin lebih dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, terutama dalam hal Keistimewaan DIY. ”Harapannya Ismaya bisa menyampaikan informasi dan aspirasi dari bawah,” ujarnya seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (27/12/2021).

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan pemanfaatan dana keistimewaan (Danais) saat ini berbasiskan proposal yang ditujukan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemda DIY. Aris mendukung sepenuhnya Ismaya yang menginginkan Danais tersebar merata ke seluruh kalurahan di DIY.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan keinginan Ismaya untuk menjaga keistimewaan dan melestarikan kebudayaan di DIY merupakan niat yang harus diapresiasi, sebagai bentuk tanggung. Pemkab Bantul pun siap berkolaborasi.