Soal Kepastian Vaksinasi Booster Covid-19 di Kota Jogja: Begini Kata Pemkot

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. - Harian Jogja/Heroe Poerwadi
05 Januari 2022 18:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja saat ini masih mengutamakan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. Sejuah ini belum ada rencana atau tanggal pasti vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat umum.

Menurut Wakil Wali (Wawali) Kota Jogja, Heroe Poerwadi, vaksinasi untuk masyarakat yang belum mendapatkan vaksin menjadi perhatian utama. "Booster akan kami lakukan kalau anak-anak sudah selesai vaksinasi. Apalagi kalau itu dilaksanakan berbarengan, tenaga kesehatan kami bisa kewalahan. Jadi anak-anak yang belum tervaksin menjadi prioritas dulu," kata Heroe dalam sela-sela kegiatannya di Kemantren Jetis, Jogja, Rabu (5/1/2021).

Hal ini terutama upaya Pemkot Jogja mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen atau secara penuh. Apabila sesuai perencanaan, PTM 100 persen akan berlangsung akhir Januari 2022. Saat ini kapasitas PTM masih 70 persen.

"Kami juga harus mengorganisasikan dulu, vaksinnya jenis apa sampai programnya apa. Sekarang, program anak 6-11 tahun dan dosis kedua yang prioritas. Jadi yang paling penting semuanya tervaksin dulu, meskipun baru dosis pertama. Kami prioritaskan buat yang belum vaksin," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

Apabila nantinya vaksin booster akan berlangsung, profesi yang memiliki potensi tertular Covid-19 lebih tinggi akan didahulukan. Beberapa profesi ini seperti guru, tenaga layanan publik, dan sebagainya yang interaksi dan mobilitasnya tinggi. Sejauh ini, tenaga kesehatan dan relawan penanganan Covid-19 di Kota Jogja sudah mendapatkan booster.

BACA JUGA: Viral, Lowongan Kerja Pengasuh Boneka dengan Gaji Rp10 Juta per Bulan

Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah memberikan arahan beberapa daerah untuk melaksanakan vaksin booster mulai 12 Januari 2022. Daerah ini terutama yang capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah tinggi.

Heroe mengatakan apabila prioritas booster tiap daerah bisa berbeda-beda. Hal ini terutama melihat jenis sektor-sektor andalan daerah yang berbeda. Ada daerah yang mengedepannya pariwisata, pendidikan, sampai industri.

"Sebenarnya kapan pun kami siap. Kami kan masih punya beberapa vaksin, tinggal dibagi saja peruntukannya. Kalau memang sudah diinstruksikan ada booster, tentu akan kami lakukan itu," kata Heroe.