Pemkot Jogja Gandakan Tracing Covid-19 saat Kasus Rendah, Ada Apa?

Ilustrasi. - Freepik
06 Januari 2022 17:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Untuk mengantisipasi potensi penularan Covid-19 varian Omicron, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggandakan tracing kontak erat. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, tracing ini berasal dari kasus baru yang ada di Kota Jogja. Penggandaan tracing memungkinkan lantaran kasus baru sudah mulai rendah.

Jika ada dugaan terjadi rantai penularan lokal, maka akan dilakukan penyekatan di wilayah tersebut. “Langkah berikutnya dan yang paling penting adalah harus tetap menjalankan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas sehari-hari,” kata Heroe, Kamis (6/1/2021).

Sejuah ini, belum ada laporan varian Omicron di Kota Jogja. Namun beberapa saat sebelumnya, ada laporan penularan yang menjangkit enam orang dalam satu keluarga. Seluruh sampel sedang dalam proses pengujian di laboratorium untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

Namun belum ada laporan hasil pemeriksaan dari enam kasus skala lokal ini. “Pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua pekan,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Inul Daratista Meninggal Dunia karena Kecelakaan?

Setiap kali ada indikasi penularan sejumlah kasus di suatu tempat, Pemkot Jogja akan mengantisipasi dengan pemeriksaan di laboratorium. Hal ini untuk menanggulangi apabila kasus tersebut masuk dalam varian Omicron. “Jadi tidak lagi didasarkan apakah warga tersebut memiliki riwayat perjalanan luar negeri atau tidak,” katanya.

Dari kasus positif Covid-19 di satu keluarga tersebut, pelacakan dan pengetesan terhadap kontak erat menyatakan tidak ada penularan yang meluas. Adapun kasus Covid-19 baru di Kota Jogja dari 1-5 Januari 2022 secara berturut-turut yaitu 1, 0, 2, 1, dan 0 kasus.