Tinggal Satu Desa di Sleman Masuk Zona Merah Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
07 Januari 2022 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pekan pertama awal tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat hanya satu kalurahan atau desa yang masih berstatus zona merah atau memiliki resiko tinggi penularan Covid-19. Selebihnya, kalurahan di wilayah Sleman didominasi zona hijau.

Berdasarkan peta zonasi Covid-19 yang dikeluarkan Dinkes Sleman, sebanyak 66 kalurahan saat ini masuk zona atau tanpa resiko penularan Covid-19. Dinkes mencatat hanya satu kalurahan, yakni Kalurahan Sukoharjo (Ngaglik) yang masuk zona merah atau beresiko tinggi penularan Covid-19.

Satu kalurahan masuk zona oranye atau beresiko sedang yakni Kelurahan Wedomartani dan 18 kelurahan masuk zona kuning atau beresiko rendah penularan Covid-19. Peta zonasi Covid-19 tingkat kelurahan tersebut bersifat dinamis dan diterbitkan secara berkala.

"Ya kasus Covid-19 di Sleman terus melandai. Sleman menghijau dan hanya tersisa satu kalurahan zona merah. Namun kami menekankan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, Jumat (7/1/2022).

BACA JUGA: Puluhan Ortu di Kulonprogo Tolak Vaksinasi, Satgas: Semoga Mereka Sadar...

Dinkes mencatat jumlah kasus bafu Covid-19 sejak 1-7 Januari hanya bertambah 10 kasus. Selama periode yang sama, terdapat 9 kasus sembuh dan 1 kasus kematian. Per 7 Januari tercatat sebanyak 183 kasus aktif di mana 15 pasien dirawat di rumah sakit dan 168 pasien menjalani isolasi mandiri (Isoman).

"Jumat (7/1/2022) Sleman hanya bertambah 1 kasus positif dan 2 kasus sembuh. Tidak ada kasus kematian. Kami ingatkan kembali agar warga tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik agar kasus tidak terus bertambah," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi.

Menurut Evie, Pemkab saat ini terus menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi. Termasuk vaksinasi bagi anak-anak. Hingga 2 Januari, Dinkes Sleman mencatat capaian vaksinasi dosis pertama menyentuh 84% sementara dosis kedua 75,6% dan dosis ketiga (booster) sebesar 124,52%. Jumlah sasarannya bertambah dari sebelumnya 803.822 orang menjadi 974.317 orang.