Puluhan Ortu di Kulonprogo Tolak Vaksinasi, Satgas: Semoga Mereka Sadar...

Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). - Ist.
07 Januari 2022 18:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satgas Percepatan Vaksinasi DIY merespons terkait adanya puluhan orang tua di Kulonprogo yang menolak anaknya divaksinasi. Masyarakat yang menolak harus diberikan pemahaman manfaat vaksinasi.

Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi menghargai sikap warga yang menolak vaksinasi. Karena hal itu menjadi hak warga untuk menolak. Akan tetapi, ia memperkirakan warga yang menolak tersebut belum mendapatkan pemahaman secara menyeluruh tentang manfaat vaksinasi.

"Untuk yang menolak [vaksinasi] memang itu haknya, hanya mungkin mereka belum mengerti sepenuhnya tentang pentingnya vaksin untu pencegahan Covid," katanya Jumat (7/1/2022).

Ia menambahkan vaksinasia sangat dibutuhkan di tengah upaya penerapan PTM 100% di setiap sekolah. Sumadi berharap warga yang menolak vaksinasi bisa sadar.

BACA JUGA: Cara Menolak Mantan yang Ngajak Balikan

"Apalagi sekarang sudah mulai PTM, ini semua untuk kepentingan anak didik, untuk kepentingan kita semua. Semoga mereka sadar," ujarnya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan pelaksanaan vaksinasi di DIY rata-rata tak ditemukan masalah. Jika muncul KIPI, dapat diatasi selama dua atau tiga hari. Selain itu, vaksin terbukti memberikan manfaat dan kasus Covid-19 bisa menurun.

"Kalau pun terpapar tidak terlalu parah setelah divaksinasi. Saya berharap orangtua yang memiliki anak SD atau SMP sebaiknya ikuti saja anak-anak laij yang sudah divaksin, rata,-rata tidak ada masalah. Toh, sebelum divaksin juga diperiksa, kira-kira secara medis layak atau tidak," katanya.