Jangan Asal Pasang Behel, Dokter Gigi Jelaskan Mitos dan Faktanya
Dokter UMY meluruskan mitos behel, mulai dari anggapan bikin pipi tirus, tekanan lebih kuat hingga anggapan semua orang perlu kawat gigi.
Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Satgas Percepatan Vaksinasi DIY merespons terkait adanya puluhan orang tua di Kulonprogo yang menolak anaknya divaksinasi. Masyarakat yang menolak harus diberikan pemahaman manfaat vaksinasi.
Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi menghargai sikap warga yang menolak vaksinasi. Karena hal itu menjadi hak warga untuk menolak. Akan tetapi, ia memperkirakan warga yang menolak tersebut belum mendapatkan pemahaman secara menyeluruh tentang manfaat vaksinasi.
"Untuk yang menolak [vaksinasi] memang itu haknya, hanya mungkin mereka belum mengerti sepenuhnya tentang pentingnya vaksin untu pencegahan Covid," katanya Jumat (7/1/2022).
Ia menambahkan vaksinasia sangat dibutuhkan di tengah upaya penerapan PTM 100% di setiap sekolah. Sumadi berharap warga yang menolak vaksinasi bisa sadar.
BACA JUGA: Cara Menolak Mantan yang Ngajak Balikan
"Apalagi sekarang sudah mulai PTM, ini semua untuk kepentingan anak didik, untuk kepentingan kita semua. Semoga mereka sadar," ujarnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan pelaksanaan vaksinasi di DIY rata-rata tak ditemukan masalah. Jika muncul KIPI, dapat diatasi selama dua atau tiga hari. Selain itu, vaksin terbukti memberikan manfaat dan kasus Covid-19 bisa menurun.
"Kalau pun terpapar tidak terlalu parah setelah divaksinasi. Saya berharap orangtua yang memiliki anak SD atau SMP sebaiknya ikuti saja anak-anak laij yang sudah divaksin, rata,-rata tidak ada masalah. Toh, sebelum divaksin juga diperiksa, kira-kira secara medis layak atau tidak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dokter UMY meluruskan mitos behel, mulai dari anggapan bikin pipi tirus, tekanan lebih kuat hingga anggapan semua orang perlu kawat gigi.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.