Advertisement

Korban Meninggal Akibat Laka Lantas di Gunungkidul Masih Tinggi

David Kurniawan
Jum'at, 07 Januari 2022 - 12:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Korban Meninggal Akibat Laka Lantas di Gunungkidul Masih Tinggi Bus Jurusan Jogja-Wonosari ringsek, Jumat (12/10/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jajaran Polres Gunungkidul mencatat korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas meningkat. Sosialisasi ketertiban berlalulintas akan terus digalakkan untuk meningkatkan keselamatan saat berkendara di jalanan.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan, kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan. Pasalnya, jumlah kasus meninggal dunia terjadi peningkatan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dia tidak menampik dari sisi jumlah, laka lantas di Gunungkidul menurun. Sebagai gambaran di 2020 lalu, tercatat ada 613 kasus, dengan korban meninggal dunia 58 orang dan 706 luka ringan. Sedangkan di 2021, total selama setahun ada 612 kasus dengan 71 korban meninggal dunia dan 781 orang mengalami luka ringan.

“Korban meninggal dunia ada kenaikan sekitar 18 persen, meski dari sisi kasus kecelakaan menurun,” kata Aditya kepada wartawan, Jumat (7/1/2021).

Dia menambahkan, kecelakaan lalu lintas tidak hanya mengakibatkan korban jiwa. Pasalnya, dari peristiwa tersebut juga terjadi kerugian material. “Di 2020 kerugiannya mencapai Rp311 juta, sedangkan di 2021 naik menjadi Rp387 juta,” katanya.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griyavinto Sakti mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan angka fatalitas akibat dari kecelakaan meningkat. Salah satunya disebabkan kondisi geografis yang didominasi wilayah perbukitan.

“Kondisi, kontur jalan hingga upaya penerangan jalan memberikan andil yang besar. Apalagi jalanan di Gunungkidul juga masih relatif sepi,” katanya.

Menurut dia, berbagai upaya akan terus dilakukan agar laka lantas dapat ditekan. Pencegahan diaksanakan dengan menggalakkan sosialisasi keselamatan berlalulintas. Langkah ini dengan jalan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Advertisement

Selain itu, juga ada pemasangan spanduk tentang keselamatan di jalan raya, seperti memakai helm bagi pengguna motor, sabuk pengaman untuk pengguna mobil. Martinus berharap pengendara bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas pada saat di jalanan.

“Harus hati-hati dan mematuhi segala peraturan. Selain itu, kondisi kendaraan juga rutin dicek agar tidak ada masalah pada saat digunakan. Ingat, kecelakaan tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain,” katanya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Polisi Telah Temukan Penyebab Kematian Misterius Keluarga di Kalideres

News
| Senin, 05 Desember 2022, 20:17 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement