Advertisement

Sering Menelan Korban, Kawasan Sungai Serang di Pantai Glagah Ditutup

Hafit Yudi Suprobo
Jum'at, 07 Januari 2022 - 19:57 WIB
Bhekti Suryani
Sering Menelan Korban, Kawasan Sungai Serang di Pantai Glagah Ditutup Sejumlah personel SAR gabungan memantau muara Sungai Serang, di kawasan wisata Pantai Glagah di Kapanewon Temon, Kulonprogo, pada Kamis (7/1/2022) - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kawasan muara Sungai Serang yang berada di wilayah Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, resmi ditutup pada Jumat (7/6/2022). Penutupan kawasan muara sungai Serang untuk mengantisipasi terjadinya korban tenggelam yang menelan korban jiwa seperti belum lama ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, mengatakan objek wisata pantai Glagah terdiri dari pantai dan laguna. Sedangkan, muara Sungai Serang memang tidak diperuntukkan untuk wisata.

"Keputusan untuk menutup kawasan muara Sungai Serang berasal dari koordinasi yang kami lakukan dengan TNI, Polri, Satlinmas Kulonprogo dan Pengelola Objek Wisata Pantai Glagah," kata Joko pada Jumat (7/1/2022).

Dikatakan Joko, kedatangan wisatawan yang masih terjadi di muara Sungai Serang karena ketertarikan masyarakat. Meskipun, sejumlah imbauan maupun larangan untuk datang ke muara telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kulonprogo dan sejumlah instansi lainnya, acap kali imbauan itu tak diindahkan.

BACA JUGA: Hubungan Pertemanan Bisa Jadi Cinta, Ini Tandanya

"Kami dengan sejumlah unsur seperti TNI, Polri, Satlinmas Kulonprogo, telah melaksanakan sejumlah imbauan maupun larangan bagi wisatawan baik secara lisan maupun tertulis untuk tidak mengunjungi kawasan muara Sungai Serang," terang Joko.

Joko menambahkan, kejadian nahas yang dialami oleh dua warga Boyolali hingga merenggut nyawa menjadi poin penting bagi wisatawan untuk mematuhi larangan untuk tidak masuk ke area terlarang dan bahkan mandi di muara Sungai Serang.

"Kejadian kemarin itu [dua warga Boyolali meninggal dunia di Sungai Serang] disesalkan. Sejumlah larangan atau banner larangan untuk tidak turun ke sungai sudah ada. Namun, kadang-kadang wisatawan ini nekat. Tentunya itu jadi bahan evaluasi kami ya," sambung Joko.

Dikatakannyam, untuk menutup area itu sejumlah ruas tangga maupun jalan ke muara Sungai Serang akan ditutup.

"Kami akan bongkar ruas tangga menuju ke muara Sungai Serang. Penutupan ini semata-mata untuk menghindari jatuhnya korban lagi," kata Joko.

Advertisement

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, mengatakan jatuhnya korban jiwa di muara sungai Serang tidak hanya terjadi sekali. Beberapa waktu lalu muara yang langsung berhilir ke Pantai Glagah ini sudah memakan korban nyawa.

"Pada awal tahun lalu juga ada yang meninggal di muara sungai Serang. Kami sudah melakukan imbauan maupun peringatan kepada wisatawan. Tidak henti-hentinya kami imbau wisatawan. Namun, wisatawan kerap melanggar dan nekat turun ke muara," ungkap Aris.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement