Advertisement

Sultan HB X: Soal Covid-19 Omicron Tunggu Hasil Lab

Sunartono
Jum'at, 14 Januari 2022 - 16:27 WIB
Bhekti Suryani
Sultan HB X: Soal Covid-19 Omicron Tunggu Hasil Lab Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengajak semua pihak agar terus berupaya mempertahankan kondisi DIY yang tetap landai kasus Covid-19. Covid-19 varian omicron belum terdeteksi di DIY karena masih menunggu hasil laboratorium.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjelaskan hingga saat ini belum terdeteksi adanya omicron masuk DIY. Karena kesimpulan penyebaran omicron itu harus melihat hasil laboratorium. Di sisi lain, ada 15 sampel yang dikirim untuk diperiksa dengan whole genome sequencing (WGM) harus menunggu dua pekan. Meski demikian antisipasi omicron tetap harus dilakukan melalui cara yang sama dengan penanganan varian sebelumnya.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Omicron itu kan hanya serpihan dari [varian] Beta, saya tidak tahu persis sudah masuk Jogja atau belum. Karena tidak bisa membedakan, yang bisa membedakan kan hasil laboratorium. Jadi menurut saya [penanganan] ya sama dengan yang lain dalam mengatasi pandemi Covid-19," katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat (14/1/2022).

BACA JUGA: Penendang Sesajen Ditangkap di Perempatan Ketandan Bantul, Begini Kesaksian Warga

Sultan HB X menambahkan melihat tren kasus Covid-19 sebelum dan sesudah Nataru cenderung landai dan belum ada peningkatan kasus signifikan. Ia mengakui ada sedikit peningkatan atau munculnya klaster, namun tidak meluas dan hanya sebatas keluarga lingkungan tertentu. Ia menilai kondisi yang terjadi ketika ada peningkatan kasus di satu hari lalu menurun lagi di kemudian hari. Sultan menegaskan bahwa kasus Covid-19 sampai saat ini masih landai.

"Melihat sebelum dan sesudah Nataru itu kasusnya landai saja. Memang ada dinamika, gejolak [penambahan kasus], tetapi itu faktanya kan ada yang keluarga, sekolah kan gitu ya. Jadi misalnya [kasusnya] naik, besoknya bisa turun lagi karena itu hanya terjadi di keluarga itu, faktanya tetap landai," katanya.

Raja Ngayogyakarta ini menyatakan dengan kondisi landai itu kemungkinan kecil terjadi peningkatan kasus yang terjadi secara signifikan. Kenaikan kasus, kata Sultan, tentu bisa saja terjadi namun diperkirakan jumlahnya tidak banyak. Selain itu kenaikan tersebut kembali normal atau sembuh setelah 10 hari. Ia berharap kondisi landai ini bisa terus pertahankan.

"Harapan saya semoga [kondisinya] tetap seperti ini, karena yang baru-baru ini biar pun ada [kenaikan] kan relatif tanpa gejala. Dengan kondisi ini terus dimaintenance [dijaga] agar tidak ada kondisi yang fluktuatif seperti saat [Covid-19] varian delta. Semoga saja suasana seperti ini di Nataru tidak banyak berpengaruh," ucap Sultan HB X.

Advertisement

PPKM Level 1

Sultan menyinggung PPKM Level 2 yang masih berlaku di DIY. Menurutnya hal itu wajar karena kasus tanpa gejala masih terjadi. Ia juga sepakat, sebaiknya jangam turun ke level 1 lebih dahulu agar pèmerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengatur ketika terjadi peningkatan signifikan.

"Selama masih ada yang tanpa gejala di rumah sakit kan diperpanjang terus, tidak mungkin tidak. Yang penting jangan ke arah satu [PPKM Level 1] dulu lah. Kalau satu kan tidak ada kewenangan, bebas semua kan susah. Tetapi kalau begini [Level 2] kan kita bisa mengatur agar tidak terjadi lonjakan kasus kami bisa memberitahu. Tetapi kalau sudah ke satu kan semuanya memutuskan sendiri-sendiri," ucapnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement