Akibat Pesan Berantai Tak Jelas, Peserta Vaksinasi Booster di JEC Membeludak

Masyarakat mengantre untuk mendapatkan vaksin booster di JEC, Banguntapan, Bantul, DIY, Sabtu (15/1/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
15 Januari 2022 15:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Kick off vaksinasi booster di Jogja Expo Center, Banguntapan, Bantul membeludak gara-gara informasi tak jelas di Whatsapp. Dalam tiga hari pelaksanaan dengan kuota perhari 2.000 dosis, hari kedua dan ketiga masyarakat yang datang melebihi batas.

Menurut Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi, hari kedua masyarakat yang datang ke JEC lebih dari 2.000. Sementara hari ketiga bisa mencapai 3.000 orang.

BACA JUGA: Dibuka Lowongan 500 Sukarelawan Uji Coba Vaksin Baru di Jogja, Ini Syaratnya

Salah satu dugaan membeludaknya masyarakat yang hendak mengikuti vaksin booster berasal dari pesan berantai yang menyebar di aplikasi Whatsapp. Pesan tersebut mengajak lansia untuk datang ke JEC tanpa mendaftar terlebih dahulu.

“Itu yang menurut kami bukan informasi resmi dari Satgas [Percepatan Vaksin], informasi resmi berasal dari pemerintah, tidak semua orang buat berita. Nanti kasihan lansia yang datang tapi kuota tidak memenuhi. Harus sesuai yang terdaftar di kami, kalau tidak nanti di sistem tidak masuk,” kata Sumadi, Sabtu (15/1/2022).

Selain mendaftar melalui Peduli Lindungi, vaksin booster di JEC untuk undangan dari organisasi perangkat daerah. Setelah kick off tiga hari di JEC selesai, vaksinasi booster akan berlanjut di beberapa fasilitas kesehatan yang ditunjuk, seperti Dinas Kesehatan DIY, Rumah Sakit (RS) Respira, RS Grhasia, dan tempat lainnya. Vaksinasi booster di tempat tersebut akan berlangsung sekitar enam hari.

“Masyarakat harapannya nanti [bisa vaksin booster] ke sana,” kata Sumadi.

“Namun membeludaknya vaksinasi di JEC menunjukan bahwa minat masyarakat di DIY, antusiasnya tinggi sekali untuk vaksin.”