Advertisement

Kalau TPST Piyungan Tutup 3 Hari Lebih, Sampah di Kota Jogja Meluber ke Jalan

Newswire
Jum'at, 21 Januari 2022 - 20:37 WIB
Bhekti Suryani
Kalau TPST Piyungan Tutup 3 Hari Lebih, Sampah di Kota Jogja Meluber ke Jalan Seorang warga sedang membuang sampah di depo sementara samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Jumat (21/1/2022) - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja berharap penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan tidak dilakukan lebih dari tiga hari karena depo sampah di kota tersebut hanya mampu menampung sampah hingga maksimal tiga hari tanpa dibuang ke pembuangan akhir. Lebih dari itu, sampah akan meluber ke jalan.

“Informasi awal yang kami terima, penutupan memang hanya akan dilakukan hari ini saja. Mudah-mudahan tidak ada perpanjangan penutupan,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko di Yogyakarta, Jumat (21/1/2022).

Advertisement

Berdasarkan informasi, lanjut dia, penutupan TPSTPiyungan dilakukan karena kondisi dermaga atau tempat menurunkan sampah sudah semakin sempit dan dibutuhkan tanah untuk menguruk tumpukan sampah agar alat berat tidak tergelincir.

“Jika kebutuhan tanah uruk tidak bisa dipenuhi hari ini, maka bisa saja ada perpanjangan penutupan,” katanya yang menyebut setiap truk harus mengantre sekitar empat jam untuk proses menurunkan sampah di TPST Piyungan.

BACA JUGA: UGM Akan Punya Rektor Baru, Seleksi Bakal Calon Segera Dimulai

Menurut dia, penutupan TPA Piyungan meski hanya dilakukan satu hari akan memberikan pengaruh yang cukup besar ke Kota Yogyakarta yang mengandalkan TPA tersebut sebagai satu-satunya lokasi pembuangan sampah.

Sejak Kamis (20/1/2022), lanjut Haryoko seluruh truk sampah milik DLH Kota Yogyakarta pun sudah dipenuhi dengan sampah tetapi tidak bisa melakukan aktivitas pembuangan ke TPA.

“Sampah di depo pun sudah menumpuk dengan ketinggian dua hingga tiga meter. Jika penutupan diperpanjang hingga tiga hari, maka dipastikan sampah akan luber sampai ke jalan,” katanya.

Jika terjadi luberan sampah, DLH Kota Yogyakarta membutuhkan waktu hingga sepekan untuk menormalkan kembali kondisi depo.

Advertisement

Rata-rata sampah dari Kota Yogyakarta yang dibuang ke TPA Piyungan mencapai 270 ton per hari dan bisa meningkat hingga 300 ton per hari apabila hujan karena sampah menjadi lebih berat.

Sesuai target, Kota Jogja diharapkan dapat menurunkan volume sampah hingga 30 persen pada 2025 dan untuk saat ini sudah mencapai sekitar 20 persen.

Di Kota Yogyakarta, sebagian besar sampah yang dihasilkan adalah sampah organik mencapai 60 persen dari total sampah.

“Pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga sangat penting dalam upaya penurunan volume sampah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos dan sampah anorganik biasanya sudah dikelola oleh pengepul,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement