Advertisement

Sampai Kapan TPST Piyungan Ditutup? Ini Jawaban Warga

Ujang Hasanudin
Kamis, 20 Januari 2022 - 19:12 WIB
Budi Cahyana
Sampai Kapan TPST Piyungan Ditutup? Ini Jawaban Warga Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). TPST Piyungan sudah berkali-kali ditutup. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTULTempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup lagi oleh warga Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul. Penutupan itu akan berlangsung dalam beberapa hari.

Warga menganggap TPST tersebut sudah penuh dan tidak layak menjadi tempat pembuangan sampah.

Advertisement

BACA JUGA: Jalan ke TPST Piyungan Ditutup Lagi, Sampah di Jogja Terancam Menumpuk

Juru Bicara Warga Sekitar TPST Piyungan, Maryono, mengatakan penutupan akses masuk TPST Piyungan dilakukan mulai Kamis (20/1/2022) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Penutupan tersebut dilakukan sebagai buntut antrean truk pengangkut sampah sejak dua pekan lalu.

“Warga merasa terganggu sehingga jalan ditutup,” kata Maryono, Kamis (20/1/2022) sore.

Maryono tidak mengetahui sampai kapan penutupan itu dibuka kembali.

“Katanya pengelola mau menguruk sampah dengan tanah. Tapi enggak tahu, tapi kalau tidak ada perbaikan sama sekali sampai Jumat besok, mungkin penutupan dilakukan sampai Sabtu,” ujar Maryono.

Maryono mengatakan antrean truk pengangkut sampah sampai 1,5 kilometer karena dermaga pembuangan sampah sudah penuh. Bahkan ada truk membuang sampah di bahu jalan yang biasa menjadi lalu lalang warga sekitar sehingga menganggu warga.

Selain dermaga pembuangan sampah sudah penuh, jalur masuk TPST Piyungan dari timbangan sampai dermaga banyak berlubang dan belum diperbaiki.

Advertisement

Tidak hanya itu, air hujan dari lokasi pembuangan yang seharusnya masuk selokan tertutup sampah sehingga limbah air sampah masuk ke jalan sehingga jalan becek.

Menurutnya, persoalan tersebut sudah sering terjadi tetapi tidak pernah ada respons memuaskan dari pemerintah, kecuali hanya pemadatan tumpukan sampah dengan tanah.

“Ini persoalannya tempat pembuangan sampah sudah penuh, sudah tidak layak tapi dipaksakan,” beberapa waktu lalu, sampah menumpuk di sejumlah permukiman di Jogja, Sleman, dan Bantul, sebagai ekses penutupan TPST Piyungan.

Salah satu sopir truk sampah, Teguh mengungkapkan persoalan di TPST Piyungan sebenarnya hanya berkutat di dermaga.

“Masalahnya dermaga untuk bongkar muat sampah itu hanya satu, dalam kondisi hujan seperti ini pasti trouble,” ujarnya.

Ia berangkat pukul 11.00 WIB dan baru bisa membongkar sampah setelah Magrib.

BACA JUGA: Fantastis! Ini Jumlah Volume Sampah yang Dihasilkan Sleman Setiap Tahunnya

Sementara itu, pegawai TPST Piyungan, Sumarwan mengatakan antrean sampah sudah terjadi sejak awal pekan ini. Namun sejak Selasa lalu kondisinya makin parah karena mengular lebih 1 kilometer dari lokasi bongkar.

“Tidak bisa bongkar karena curah hujan tinggi, tanah timbunan di landasan juga  ikut terdorong alat berat sehingga harus nimbun lagi. Sementara dermaga juga terlalu sempit,” ujarnya.

Namun, ia belum bisa menjelaskan terkait rencana detail yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan yang selalu terulang tersebut.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement