Jadwal Pemadaman Listrik DIY Hari Ini, Sleman dan Bantul Terdampak
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Lahan pembangunan ruas tol Jogja-Bawen akan diperluas untuk di sepanjang Selokan Mataram. Perluasan sebagai upaya menjaga jarak agar konstruksi lebih jauh dengan selokan mataram sebagai cagar budaya ini. Perluasan di antaranya akan menyasar 122 bidang lahan baru dengan tanpa mengubah titik yang telah ditentukan sebelumnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Bawen Wijayanto menjelaskan dengan adanya revisi right of way (RoW) maka perlu ada perluasan lahan untuk ruas Jogja-Bawen. Perluasan itu dilakukan agar konstruksi tol tidak terlalu dekat dengan Selokan Mataram yang merupakan cagar budaya. Menurutnya perluasan lahan itu tidak menggeser titik yang telah ditentukan sebagai lokasi pembangunan, melainkan hanya menambah luasan.
“Sepanjang Selokan Mataram itu kan Cagar Budaya yang memang ada jarak tertentu tidak boleh terlalu dekat [dengan konstruksi tol]. Perluasan lahan ini bukan pada titik tertentu, tetapi sepanjang Selokan Mataram dan jalan inspeksi, badan sungai karena itu dilindungi. Itu menjadi kawasan cagar budaya,” katanya Kamis (17/2/2022).
Wijayanto menambahkan Satker berkomitmen terhadap upaya penghormatan sekaligus melestarikan situs-situs bersejarah maupun cagar budaya seperti Selokan Mataram di tengah pembangunan jalan tol. Menurutnya pada perencanaan sebelumnya, sebenarnya sudah ada jarak cukup lumayan meski ada beberapa titik yang nyaris menyentuh bagian Selokan Mataram. Akan tetapi berdasarkan hasil evaluasi maka jarak itu diupayakan untuk diperlebar agar konstruksi tidak terlalu dekat dengan selokan. Sekadar untuk diketahui bahwa ruas jalan tol Jogja-Bawen di sepanjang selokan mataram akan dibuat elevated.
BACA JUGA: Selter Rusunawa Bener untuk Pasien Covid-19 di Jogja Sudah Penuh
“Kami berkomitmen menghormati situs yang ada di Jogja yang termasuk cagar budaya. Sehingga kami juga harus menyesuaikan konstruksinya. Nah penyesuaian itu butuh lahan tambahan,” katanya.
Ia mengatakan pada perencanaan awal sudah ada jarak antara konstruksi dengan Selokan Mataram antara 20 meter hingga 40 meter. Namun ada beberapa titik yang sudah menyentuh ruas dari selokan. Dengan adanya perluasan ini untuk sepanjang Selokan Mataram akan diseragamkan row-nya.
“Perencanaan lama jaraknya bervariatif [dari selokan mataram], ada yang kena lerengnya [selokan mataram], ada yang terkena jalan inspeksinya. Jaraknya sudah lebih dari 20 meter bahkan sekitar 40 meteran tetapi masih butuh perluasan. Agar lebih jauh dari titik. Yang jelas tidak ada pergeseran, bukan menjauh dari titik itu, tetapi pelebaran,” ucapnya.
Ia tidak memastikan kebutuhan setiap titik, karena ada beberapa lokasi yang dari sisi kelebihan tanahnya sudah cukup. Meski pun perluasan lahan ini awalnya hanya untuk sepanjang Selokan Mataram, akan tetapi kemungkinan titik lain yang di luar selokan harus mengikuti sehingga tetap butuh perluasan.
“Kebutuhan tidak menentu, tergantung di lapangan, sekitar total 60an meter. Ada lagi penyesuain trase yang tidak hanya di situ, akhirnya [kebutuhan perluasan itu menjadi] keseluruhan, meski tidak semua total sepanjang 7 kilometer diubah semua, tidak, tetapi ada spot tertentu yang butuh pelebaran,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina