PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Tim Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul melakukan pemantauan harga minyak goreng di toko swalayan Bantul pada Rabu (19/1/2022)/Ist
Harianjogja.com, BANTUL-Minyak goreng di Bantul kini kembali langka atau sush ditemukan baik di swalayan maupun di pasar tradisional sejak beberapa hari terakhir ini. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana menyatakan kelangkaan minyak goreng terjadi bukan hanya di Bantul namun secara nasional.
“Karena bahan baku minyak goreng secara nasional berkurang jadi terjadi kelangkaan,” kata Agus, saat dihubungi Minggu (20/2/2022). Agus mengaku sudah mengecek langsung di pasar modern dan swalayan memang sejak beberapa terakhir ini memang salah satu komoditas pokok terdebut tidak ada.
Bahkan pihaknya juga sudah mengecek di pasar tradisional juga nyaris tidak ada. Namun masih ditemukan 1-2 penjual itupun harganya mencapai 19.000-21.000 per liter. Sementara di pasar modern harganya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HRT) Rp14.000. Tapi barangnya yang tidak ada.
Selain karena terjadi karena bahan baku yang langka, kelangkaan pasokan minyak goreng di pasaran dikarenakan adanya kepanikan dari masyarakat atau panic buying. Masyarakat membrorong minyak goreng ketika ada pasokan. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait kelangkaan minyak goreng tersebut.
BACA JUGA: Mayarakat Geram! Tagar Minyak Goreng dan #SalimGroupNimbunMigor Viral
Agus mengaku medapata informasi akan adanya droping minyak goreng kemasan dalam waktu dekat dari Pemerintah Pusat. Namun untuk jumlahnya berapa liter, ia belum bisa memastikan, “Kami hanya menunggu aja pasokan dari pusat,” ucap Agus.
Lurah Pasar Imogiri, Suharsono juga mengakui minyak goreng saat ini terjadi kelangkaan, bahkan jika ada harganya sudah menyentuh angka Rp21.000 per liter. Selain minyak goreng kemasan yang langka, minyak goreng curah juga sudah tidak beredar sejak beberapa waktu lalu.
“Minyak goreng curah itu menghilangnya sudah lama, ketika akhir tahun mau ditetapkan curah tidak dijualkan lagi, sudah mulai sulit,” ujarnya.
Suharsono memprediksi kelangkaan minyak goreng akan terjadi dalam beberapa hari ke depan karena tidak ada stok dan harga akan terus meningkat. Saat ini pedagang tidak hanya menunggu kiriman, namun juga mencari meski dengan harga tinggi untuk memenuhi kebtuhan pelanggannya.
“Saat ini tidak kosong, masih ada. Tapi harganya mahal karena mereka ambilnya bukan dari agen,” imbuhnya.
Siska, 34, salah satu warga Panggungharjo, Sewon, Bantul mengaku sudah mencari-cari minyak goreng di beberapa toko modern namun tidak menemukannya. Akhirnya ia menemukan di salah satu toko kelontong dengan harga Rp16.000 satu liter dan mereknya tidak terkenal, “Yang penting bisa buat masak,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar IT mengungkap 14 kebiasaan digital sehari-hari yang dapat membuat perangkat cepat rusak dan rentan diretas, mulai dari password lemah hingga WiFi publik.
Selebgram Keanu Angelo diperiksa 6 jam oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan umrah Hanania Group dengan 28 pertanyaan seputar endorse.
Kota tuan rumah Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko memperketat pengawasan kesehatan untuk antisipasi cuaca panas, penyakit menular, dan lonjakan.
Timnas Voli Putri Indonesia kalah 2-3 dari Vietnam di AVC Women's Volleyball Cup 2026. Tambahan satu poin membuat Indonesia mengoleksi empat poin dan bertahan.
Sebanyak 1.763 keluarga di Gunungkidul menerima BLT Dana Desa 2026 dengan total anggaran Rp3,578 miliar. Penyaluran dilakukan melalui 144 kalurahan.