UGM AI Tech4Disaster Himpun 1.400 Laporan Pascabencana NTT
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.
Pedagang Pasar Bantul, Lukito menunjukan sisa stok minyak goreng yang dimilikinya pada Senin (21/2/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mendorong operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, mengatakan stok minyak goreng di dua distributor besar kosong. Di beberapa pedagang, minyak goreng juga kosong. Bila ada, harganya bervariasi antara Rp17.000 dan Rp20.000 per liter.
BACA JUGA: BPBD Gunungkidul: 238 Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Semanu, Ada yang Rata Tanah
“Kami secara rutin melapor ke Pemerintah Pusat melalui Pemda DIY. Pemda DIY yang nanti melakukan komunikasi untuk meminta operasi pasar,” kata Agus pada Selasa (22/2).
Operasi pasar menjadi salah satu langkah yang mungkin dilakukan saat ini. Menurut Agus, operasi terakhir digelar pada 14 Februari lalu. Sebanyak 12 ton minyak goreng dikucurkan. “Tapi sepekan langsung habis,” terangnya.
Minyak goreng di Bantul sudah langka. Salah satu pedagang di Pasar Bantul, Menik, bahkan sudah tidak berjualan minyak selama tiga hari. Pasokan minyak goreng terakhir ia dapatkan Senin pekan lalu.
Pedagang Pasar Bantul lainnya yakni Lukito mengatakan pekan ini belum ada pasokan minyak goreng yang datang ke losnya. Pekan lalu pasokan datang, itu pun hanya lima karton minyak goreng ukuran dua literan, padahal kebutuhan Lukito bisa mencapai 50 karton per pekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Gunung Merapi kembali meluncurkan APG sejauh 2 km ke barat daya. Merapi masih Level III Siaga, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa