Belanja Pegawai Gunungkidul di Atas Batas, Ini Strategi Dewan
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Pedagang tengah menunggu pembeli di Pasar Bantul, Selasa (9/5/2023). Harga jual cabai di pasar tradisional anjlok setelah Lebaran di angka Rp20.000-Rp30.000 per kg/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul meminta UMKM kuliner berbelanja bahan baku sesuai kebutuhan agar harga tetap stabil.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok di wilayah Bantul saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan rutin setiap hari di berbagai pasar rakyat.
Prapta menjelaskan bahwa aksi borong bahan baku oleh pengusaha kuliner justru berpotensi memicu kelangkaan di pasar yang berujung pada kenaikan harga.
“Stok kami prediksi aman dan cukup. Kami minta pelaku usaha rumah makan, usaha roti, hingga UMKM kuliner lainnya agar belanja bijak sesuai kebutuhan. Ini penting agar distribusi tetap lancar dan stok di pasar tetap terjaga,” ujar Prapta, Senin (22/12/2025).
Mengenai intervensi pasar, Prapta menyebutkan belum ada rencana operasi pasar tambahan dalam waktu dekat karena kegiatan tersebut sudah dilakukan pada awal Desember. Namun, koordinasi terus dilakukan untuk memantau fluktuasi harga di lapangan.
Tren Harga Cabai Mulai Menurun
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menambahkan bahwa beberapa komoditas yang sempat melonjak akibat cuaca ekstrem kini mulai stabil. Salah satunya adalah cabai rawit merah.
“Harga cabai kemarin sempat naik karena faktor cuaca, tetapi minggu ini sudah mulai turun di kisaran Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram,” jelas Zona.
Sementara itu, harga komoditas pokok lainnya terpantau stabil adalah beras medium (Rp13.000 per kilogram), beras premium (Rp14.000 per kilogram), dan daging ayam yang masih stabil harganya.
Selain bahan pangan, DKUKMPP Bantul juga memberikan jaminan terkait ketersediaan gas LPG 3 kilogram. Pemerintah telah mengajukan penambahan kuota untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha selama libur panjang akhir tahun.
“Kami berharap momentum Nataru menjadi peluang bagi UMKM kuliner di Bantul untuk meningkatkan pendapatan. Wisatawan akan banyak berkunjung, jadi tetaplah jaga harga yang wajar dan berikan pelayanan terbaik,” pungkas Prapta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Gunungkidul masih sekitar 39%. DPRD meminta Pemkab menggenjot PAD dan berkonsultasi dengan Kemendagri jelang aturan 2027.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.