Advertisement

33 Warga Kulonprogo Meninggal karena Covid-19 Sepanjang 2022, Sebagian Jenazah Dievakuasi di Rumah

Hafit Yudi Suprobo
Jum'at, 04 Maret 2022 - 19:57 WIB
Bhekti Suryani
33 Warga Kulonprogo Meninggal karena Covid-19 Sepanjang 2022, Sebagian Jenazah Dievakuasi di Rumah Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—BPBD Kulonprogo menyatakan sebanyak 33 jenazah pasien Covid-19 dimakamkan menggunakan protokol kesehatan sejak awal 2022. Masyarakat yang masih membutuhkan peti jenazah untuk pemakaman khusus pasien Covid-19 bisa menghubungi BPBD setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan saat awal 2022 jenazah pasien Covid-19 baru mencapai tiga orang. Namun, pada Februari jumlah jenazah pasien Covid-19 meningkat tajam.

"Pada Februari tercatat ada 23 jenazah. Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 yang tembus di angka 100 kasus per hari. Kemudian per 3 Maret 2022 ada tujuh jenazah yang dimakamkan. Sehingga total keseluruhan ada 33 jenazah," kata Joko Satyo pada Jumat (4/2/2022).

BACA JUGA: Gelombang Wisatawan ke Jogja Tak Bisa Direm Meski Covid-19 Melonjak, Pemda: Tak Ada Tempat Kosong di Hotel  

Dikatakan Joko, sebanyak enam jenazah harus dilakukan evakuasi saat sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Proses pemakaman dilakukan sekitar 10 orang. Mayoritas kematian pasien berstatus konfirmasi Covid-19. Meskipun, ada juga jenazah yang berstatus probable, suspek dan infeksius. 

"Kami melayani pemakaman pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan yang berasal dari berbagai Kapanewon. Seperti, Panjatan dan Pengasih masing-masing enam pasien. Nanggulan dan Sentolo masing-masing empat pasien. Wates dan Kalibawang masing-masing tiga pasien. Temon, Galur dan Girimulyo masing-masing dua pasien serta Samigaluh satu pasien," terang Joko Satyo. 

Berdasarkan catatan dari BPBD Kulonprogo, stok peti jenazah yang tersimpan sebanyak 49 buah. "Peti yang ada berasal dari bantuan BNPB yang disediakan untkk pasien Covid-19 saat varian delta menyerang tahun lalu," ungkap Joko Satyo.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Hubungan dengan Keluarga Merenggang, Pria Ini Kencingi Makam Mantan Istri Setiap Hari

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement