Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, Pilot Debut Rafale HUT RI ke-81
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, JOGJA--Seorang tenaga kesehatan (nakes) asal Mlati, Sleman bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya dan anaknya MF menjadi korban pembunuhan. Kasus itu diungkap oleh Jatanras Ditreskrium Polda Jateng setelah menemukan jasad keduanya di bawah jembatan tol Semarang-Bawen KM 426. Adapun pelaku pembunuhan adalah Donny Christiawan Eko Wahyudi, 31, warga Dusun Sumber Girang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombespol Djuhandani Raharjo Puro menjelaskan tersangka ditangkap saat berusaha membuat alibi melaporkan kehilangan pacar dan anaknya di Mapolda Jateng. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik menemukan bahwa tersangka membuang anak dari korban terlebih dahulu yaitu MF setelah dibunuh.
“Setelah dilakukan pemeriksaan penyidik, didapatkan temuan baru bahwa yang dibuang dahulu adalah anak dari korban Sweetha. Ceritanya karena mempunyai anak ada kesibukan kerja, lalu dititipkan kepada tersangka yaitu mulai Februari 2022,” katanya dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat (18/3/2022).
Kemudian selama dalam penguasaan ikut tersangka, korban atas nama MF sering dianiaya tidak diberikan makan. Setelah itu tersangka mendapati korban meninggal, kemudian dibuang. Adapun cara pembuangan di tol dilakukan dengan lebih dahulu melihat situasi di lapangan melalui Google Map di seputaran km 426 jauh dari pemukiman.
Baca juga: Begini Cara ke Sirkuit Mandalika dari Jogja
“Dia [tersangka] memilih kesitu [membuangnya] itu terjadi pada 20 Februari 2022. Kemudian karena Saudara Sweetha terus mendesak ingin melihat anaknya berjanji bertemu di Semarang pada 7 Maret mereka bertemu, korban diajak ke hotel, karena terus ditanya anaknya, tersangka menghabisi korban,” katanya.
Setelah korban dibunuh, korban Sweetha dimasukkan dalam sarung diikatkan kaki lalu dinaikkan mobil dibawa ke KM 426 untuk dibuang. “Tersangka memilih tempat itu karena korban pertama tidak diketahui, berharap kedua juga aman,” ujar Djuhandani.
Mantan Wadireskrimum Polda DIY ini menambahkan dari kejadian diketahui motif tersangka melakukan pembunuhan karena merasa cemburu, saat korban waktu ketemu di Semarang, korban sempat melambaikan tangan kepada seorang pria. “Tersangka sempat menanyakan siapa itu. Motifnya korban cemburu dibandingkan dengan laki-laki lain. Kemudian motif selanjutnya karena tersangka didesak ditanya keberadaan anaknya [yang sudah dibunuh],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Thai Honda meluncurkan New Honda Monkey EX Custom Edition bergaya balap BAJA di Thailand dengan harga 121.900 baht atau sekitar Rp66 juta.
Wisata jip Gumuk Pasir Parangtritis menawarkan tiga paket mulai Rp400.000, lengkap dengan rute pantai, offroad dan dokumentasi gratis.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Tiga HP rugged untuk pemadam kebakaran dengan sertifikasi IP68, IP69K dan MIL-STD-810H, serta pilihan baterai hingga 25.500 mAh.
TikTok dan ByteDance setuju membayar denda US$400 juta atau Rp7,05 triliun di AS terkait dugaan pelanggaran privasi data anak.