SPMB Bantul 2026: SMPN 2 Sanden Kekurangan 40 Murid
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Jajaran Polda DIY bersama instansi terkait saat melakukan pengecekan di salah satu distributor minyak goreng curah di Jalan Tegalgendu, Kotagede pada Sabtu (19/3/2022)/Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) DIY berjanji mengusut kelangkaan minyak goreng di wilayah ini. Petugas akan mencermati jalur distribusi mulai dari tingkat hulu ke hilir guna memastikan ketersediaan stok berjalan lancar di lapangan. Polisi mendatangi tempat distributor minyak goreng curah di Jogja.
"Jajaran Polda bersama dinas terkait akan senantiasa mencermati bagaimana sumbatan distribusi minyak goreng ini bisa lancar di lapangan dan bisa diperoleh masyarakat dengan mudah," kata Dir Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Roberto Gomgom, Sabtu (20/3/2022).
Hal itu disampaikan saat meninjau ketersediaan stok minyak goreng curah di Jalan Tegalgendu, Kota Jogja. Selain memeriksa alur distribusi dan ketersediaan stok, peninjauan yang juga diikuti oleh Dinas Perdagangan DIY itu ingin memastikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) diterapkan.
BACA JUGA: Terjatuh, Pembalap Cilik Asal Gunungkidul Gagal Tampil di Sirkuit Mandalika
Dir Reskrimsus menambahkan, pihaknya telah melaksanakan pengecekan distribusi minyak goreng sejak Februari sampai dengan Maret. Berdasarkan pemantauan, petugas belum mendapati adanya distributor yang bertindak curang atau tidak sesuai ketentuan.
"Kepada pengusaha atau pihak-pihak tertentu kami minta juga tidak melakukan perbuatan curang karena tindakan itu bisa dijerat dengan hukuman pidana," ujarnya.
Pemantauan ketersediaan minyak goreng di lapangan juga dilakukan oleh jajaran Polresta Jogja bersama dinas terkait. Dua distributor yang dikunjungi yakni CV. Bu Mantri di Jalan Bantul No. 59 Mantrijeron dan UD. Inter Utama Sakti yang beralamatkan di Jalan Pringgokusuman No.2 Gedongtengen.
Saat pengecekan, ketersediaan minyak goreng curah di CV. Bu Mantri ada sebanyak 1.200 liter dengan harga per liter senilai Rp11.500 saat ditinjau pada Jumat (18/3/2022) lalu. Pembelian di tempat itu dibatasi yakni maksimal lima liter per orang dengan ketentuan membawa jeriken sendiri.
Sementara di UD. Inter Utama Sakti yang merupakan distributor minyak goreng kemasan memiliki stok sebanyak 3.000 liter di dalam gudang. Harga jual dipatok Rp.22.700 per liter atau Rp272.300 per karton dengan isi 13 item. Saat pengecekan berlangsung, truk bermuatan minyak goreng kemasan sebanyak 24.000 liter kembali masuk ke gudang untuk memenuhi permintaan masyarakat.
"Secara berkesinambungan, kami akan melakukan pengecekan ketersedian minyak goreng kemasan dan curah di distributor minyak goreng yang ada di wilayah Kota Jogja untuk menjamin ketersediaan di masyarakat," ungkap Kapolresta Jogja, Kombes Pol Arif Bastari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri ribuan pelayat dan tokoh dunia, berlangsung hingga sepekan.
Persib Bandung resmi datangkan Ragnar Oratmangoen dengan kontrak 3 tahun. Tambah kekuatan untuk Liga dan Asia.
Kapolri Listyo Sigit lantik 8 pejabat Polri termasuk 6 Kapolda. Ini daftar lengkap dan pesan penting untuk pelayanan publik.
Pertamina RJBT salurkan 9,3 juta liter avtur untuk 208 penerbangan haji 2026 di Solo dan Jogja.