Advertisement

Kumat Lagi! Klithih Jogja Renggut Nyawa Remaja, Ini Kasus-kasus Sebelumnya

Bernadheta Dian Saraswati
Senin, 04 April 2022 - 12:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kumat Lagi! Klithih Jogja Renggut Nyawa Remaja, Ini Kasus-kasus Sebelumnya Senjata tajam yang diamankan dari para terduga pelaku klithih di Bantul, Senin (29/11/2021) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin\\r\\n\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Kejadian remaja tewas akibat klithih di Jogja terulang lagi. Terbaru, remaja berinisial DAA terpaksa meregang nyawa setelah lehernya dihantam gir oleh sekelompok orang tidak dikenal.

Kejahatan jalanan klithih bukan kasus baru di Jogja. Beberapa tahun terakhir, aksi tidak terpuji ini banyak terjadi di jalanan Jogja hingga menjadi momok bagi masyarakat.

Dihimpun dari berita-berita Harianjogja.com, berikut ini kumpulan kasus klithih di Jogja yang memakan korban jiwa remaja:

1. Kasus Andan

Pada Senin (12/12/2016) rombongan remaja berjumlah 20 orang siswa SMA Muhammadiyah 1 Jogja yang tengah pulang dari piknik di Pantai Ngandong mendadak diserang sekelompok pemuda bercadar yang bersenjatakan pedang dan clurit di Jl.Siluk-Panggang, Dusun Lanteng, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri.

Baca juga: Sadis, Pria Kebumen Tewas Dihantam Gir di Depan Balai Kalurahan Banguntapan

Salah satu dari peserta rombongan, Adnan Wirawan Adiyanta kemudian menjadi korban tewas akibat sejumlah luka senjata tajam, dan satu tusukan di perut bagian samping. Tak lama berselang polisi melakukan penangkapan, dan kemudia menetapkan 10 tersangka yang berasal dari salah satu SMA swasta di Jogja.

2. Kasus Dio

Fatur Nizar Rakadio, 16, akhirnya tewas setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUD) Dr. Sardjito. Ia tewas setelah menjadi korban klithih yang dialaminya di Jalan Panggang-Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul pada 14 Desember 2019.

Korban merupakan salah satu siswa di sebuah SMK di Sleman. Ia sempat mendapat peratawan di rumah sakit selama hampir sebulan hingga akhirnya ia meninggal dunia pada 9 Januari 2020. Dio, panggilan akrab remaja ini, mengalami patah tulang leher, punggung dan tulang ekor.

3. Remaja DAA

Seorang remaja berinisial DAA, asal Kebumen Jawa Tengah tewas dihantam gir oleh sekelompok pemuda pada Minggu (3/4/2022) dini hari WIB di Jalan Gedongkuning tepatnya di depan Balai Desa Banguntapan.

Menurut sakdi yakni Linmas Kelurahan Banguntapan, kejadian itu berlangsung cepat. Dirinya hanya mendengar suara gitar milik korban yang terseret akibat korban jatuh dari sepeda motor. Saat dihantam dengan gir, dia juga tidak mendengar suara teriakan. Pelaku berjumlah lima orang lari ke selatan.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Alasan Polisi Enggan Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

News
| Kamis, 11 Agustus 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Jajal Keseruan Flying Fox Ledok Sambi, Solusi bagi yang Malas Lewat Tangga

Wisata
| Kamis, 11 Agustus 2022, 13:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement