Pemkab Gunungkidul Siapkan Pemberhentian Lurah Bohol usai Putusan Inkrah
Pemkab Gunungkidul menyiapkan pemberhentian Lurah Bohol Margana setelah putusan korupsi inkrah. Pemkab masih menunggu salinan putusan kasasi MA.
Perbatasan Gunungkidul dengan Bantul di Kecamatan Patuk, Gunungkidul./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul membangun miniatur tugu tobong gamping pengganti pengendang di Bundaran Siyono, Logandeng, Playen menuai kritik.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Mulai Merambah ke Tamanmartani
Satu kritikan disuarakan seniman sekaligus pegiat budaya di Gunungkidul, Andi Kartojiwo.
“Tobong merupakan alat untuk pengolah batu kapur menjadi gamping. Artinya ada eksploitasi batu kapur. Jangan sampai pembangunan tersebut malah menimbulkan opini persetujuan untuk eksploitasi sumber daya alam,” katanya, Selasa (12/4/2022).
Andi mengatakan tobong gamping pernah menjadi usaha ekonomi bagi masyarakat di Gunungkidul yang dilakukan secara tradisional. Meski demikian, sekarang usaha tobong sudah tidak ada lagi. “Saya kira bisa diganti ikon yang tidak kontroversial karena tobong lebih condong ke usaha pertambangan dengan mengeksploitasi lingkungan,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Stefanus Sujoko, warga asal Siyono, Logandeng. Ia mendukung penataan wajah kota yang dilakukan Pemkab Gunungkidul.
Meski demikian, patung pengendang di Bundaran Siyono tidak perlu dihilangkan. Menurut dia, patung yang sekarang ada sudah sangat identik dengan budaya Gunungkidul. Patung itu terkait dengan seni campursari yang pertama kali diciptakan oleh maestro seni musik Manthous, seniman Gunungkidul.
“Kebetulan tidak jauh dari bundaran di sisi barat tepatnya di jalan Siyono ke arah Playen ada Jalan Manthous, maestro campursari yang sudah sampai tingkat nasional,” katanya.
BACA JUGA: Viral Kereta Api Lewat Depan Teras Rumah di Pengok, Warga Malah Menikmati
Ia berharap agar penataan tersebut benar-bear dikaji ulang dengan berbagai sudut pandang sehingga tidak terjadi salah paham di masyarakat. “Ikon yang dibangun harus menjadi kebanggaan warga dan bukan malah sebaliknya,” kata Sujoko.
Sebelumnya, DPUPRKP Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp9,4 miliar untuk menata wajah ibukota kabupaten. Salah satun programnya adalah mengganti patung pengendang dengan miniatur tugu tobong gamping di Bundaran Siyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan pemberhentian Lurah Bohol Margana setelah putusan korupsi inkrah. Pemkab masih menunggu salinan putusan kasasi MA.
Jadwal bola malam ini, 12-13 Oktober 2026, menghadirkan Atalanta vs Venezia, Al-Nassr vs Neftchi Fargona, Coventry vs Newcastle, dan Levante vs Sevilla.
Sebanyak 36 narapidana berisiko tinggi dari Lapas Semarang dipindahkan ke empat lapas di Nusakambangan untuk memperkuat pengamanan dan pembinaan
Rock In Solo 2026 ditunda hingga 2027. Penyelenggara menyiapkan A Journey of Rock in Solo sebagai acara alternatif berskala lebih kecil.
BPPTKG menguji sirine EWS Kali Talang dan aplikasi Smart di Balerante, Klaten, untuk mendukung peringatan dini dan simulasi evakuasi Merapi.
Persib dan Persija mengecam penyerangan rombongan Persib EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Kedua klub meminta kasus diusut tuntas.