Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Perbatasan Gunungkidul dengan Bantul di Kecamatan Patuk, Gunungkidul./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul membangun miniatur tugu tobong gamping pengganti pengendang di Bundaran Siyono, Logandeng, Playen menuai kritik.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Mulai Merambah ke Tamanmartani
Satu kritikan disuarakan seniman sekaligus pegiat budaya di Gunungkidul, Andi Kartojiwo.
“Tobong merupakan alat untuk pengolah batu kapur menjadi gamping. Artinya ada eksploitasi batu kapur. Jangan sampai pembangunan tersebut malah menimbulkan opini persetujuan untuk eksploitasi sumber daya alam,” katanya, Selasa (12/4/2022).
Andi mengatakan tobong gamping pernah menjadi usaha ekonomi bagi masyarakat di Gunungkidul yang dilakukan secara tradisional. Meski demikian, sekarang usaha tobong sudah tidak ada lagi. “Saya kira bisa diganti ikon yang tidak kontroversial karena tobong lebih condong ke usaha pertambangan dengan mengeksploitasi lingkungan,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Stefanus Sujoko, warga asal Siyono, Logandeng. Ia mendukung penataan wajah kota yang dilakukan Pemkab Gunungkidul.
Meski demikian, patung pengendang di Bundaran Siyono tidak perlu dihilangkan. Menurut dia, patung yang sekarang ada sudah sangat identik dengan budaya Gunungkidul. Patung itu terkait dengan seni campursari yang pertama kali diciptakan oleh maestro seni musik Manthous, seniman Gunungkidul.
“Kebetulan tidak jauh dari bundaran di sisi barat tepatnya di jalan Siyono ke arah Playen ada Jalan Manthous, maestro campursari yang sudah sampai tingkat nasional,” katanya.
BACA JUGA: Viral Kereta Api Lewat Depan Teras Rumah di Pengok, Warga Malah Menikmati
Ia berharap agar penataan tersebut benar-bear dikaji ulang dengan berbagai sudut pandang sehingga tidak terjadi salah paham di masyarakat. “Ikon yang dibangun harus menjadi kebanggaan warga dan bukan malah sebaliknya,” kata Sujoko.
Sebelumnya, DPUPRKP Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp9,4 miliar untuk menata wajah ibukota kabupaten. Salah satun programnya adalah mengganti patung pengendang dengan miniatur tugu tobong gamping di Bundaran Siyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan bebas macet di Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA 28 Mei 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan Jogja–bandara, bebas macet dan hanya 40 menit.
Jadwal SIM keliling Jogja 28 Mei 2026 di Ring Road Timur, lengkap syarat perpanjangan SIM A dan C, praktis tanpa antre.
Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo terbaru saat libur Iduladha 2026. Cek jam keberangkatan dan tips agar tidak kehabisan tiket.