Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Tahapan pengadaan lahan jalan tol Jogja-Solo terus berjalan. Kali ini, warga Tamanmartani, Kalasan mulai menggelar musyawarah warga pada Selasa (12/4/2022) dan Rabu (13/4/2022).
PPK Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo wilayah DIY, Dian Hardiyansyah mengatakan kegiatan musyawarah warga digelar setelah Tim Appraisal menyelesaikan tugasnya untuk menilai lahan, bangunan dan tanaman terdampak jalan tol. "Kami memulai kegiatan musyawarah warga dari Tamanmartani. Mulai besok (hari ini) selama dua hari," katanya, Senin (11/4/2022).
Setelah proses musyawarah warga di Tamanmartani, lanjut Dian, pekan depan kegiatan yang sama akan digelar untuk warga Purwomartani. "Untuk Selomartani dan Tirtomartani saat ini masih dalam proses penilaian tim Appraisal," katanya.
BACA JUGA: Selamat! Pebulu Tangkis Muda Indonesia Menang di Alpes International U-19
Kegiatan musyawarah warga tersebut, lanjut Dian, merupakan musyawarah bentuk ganti kerugian. Apakah warga terdampak mau menerima dalam bentuk uang ganti kerugian atau dalam bentuk bagunan pengganti. "Kalau nilainya yang sudah ditentukan tim Appraisal sudah final," katanya.
Dia mengatakan, setelah proses musyawarah digelar maka warga akan segera menerima uang ganti kerugian. Biasanya, kata Dian, proses pembayaran dilalukan setelah satu bulan dari waktu kegiatan musyawarah. Namun hal itu tergantung dari kelengkapan dokumen yang diberikan. "Ya paling cepat pembayaran UGK akhir Mei mendatang," katanya.
Untuk seksi 2 masih berjalan proses inventarisasi, identifikasi dan validasi data lahan terdampak masih terus berjalan. Satgas A dan Satgas B masih terus menyelesaikan proses identifikasi lahan di tiga kalurahan baik Kalurahan Tirtoadi, Tlogoadi maupun Trihanggo. "Kami masih menunggu laporan dari Tim P2T (Tim Panitia Pengadaan Tanah)," katanya.
Diakuinya, dari proses tersebut petugas menemukan sejumlah patok yang menjadi penanda lahan terdampak jalan tol bergerser. Namun hal itu tidak menjadi masalah karena Satgas selama ini berpaku pada titik kordinat yang sudah ditentukan. "Kami sudah menggerser patok pada tempatnya. Ya wajar patok hilang atau bergeser karena sudah ditanam sejak 2019 lalu," katanya.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah BPN Kanwil DIY Margaretha Elya Lim Putraningtyas mengatakan TP2T masih menyelesaikan proses inventarisasi lahan terdampak. Tim P2T baik di seksi 1 maupun seksi 2 bekerja secara pararel dari kalurahan per kalurahan. "
Diakuinya, banyak patok yang hilang atau bergeser dari tempat semula. Ia tidak mengetahui pasti apakah pergeseran patok disengaja atau tidak. Namun masalah tersebut tidak menjadi kendala karena Satgas sudah memiliki data awal. "Tapi kami kan sudah memiliki titik kordinat. Tidak masalah meski patok hilang atau bergeser. Kami kembalikan patok seperti semula," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Bangkok jadi kota terbaik dunia 2026 versi Readers’ Choice Awards. Singapura masuk 20 besar, sementara Indonesia belum tercantum.
Wacana siswa tak otomatis naik kelas mulai 2027 masih dikaji. Ini penjelasan Mendikdasmen dan status aturan yang berlaku saat ini.
MotoGP 2027 punya dua grid berbeda untuk Sprint dan Grand Prix. Simak jadwal kualifikasi baru hingga penghapusan Warm Up.
diare Sleman September 2026, air bersih Sleman, kemarau Sleman, Dinkes Sleman, kasus diare Depok III