Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 20 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Rel kereta api berdekatan dengan teras rumah warga yang berada di emplasemen Balai Yasa, Pengok, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (11/4/2022). - Harian Jogja/Sunartono.\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah warganet mengkhawatirkan kondisi warga setelah menyaksikan video viral kereta api yang lewat di depan teras rumah warga di Kampung Pengok, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja. Namun warga justru merasa kehadiran kereta api yang melintas pelan sebagai hiburan.
Salah satu warga Pengok yang sudah tinggal sekitar 40 tahun, Zulnasri menjelaskan kondisi tempat tinggalnya memang berada di area Balai Yasa sebagai tempat perbaikan kereta api, sehingga sewaktu-waktu ada kereta melintas sudah terbiasa. Memang jika dilihat di video sangat dekat antara rumah dengan gerbong yang melintas, tetapi sebenarnya masih ada jarak sekitar dua meter.
“Sebagian besar warga sudah terbiasa, bahkan menjadi hiburan dan warga menikmatinya. Selain rel yang satu [untuk bengkel] di sebelah selatan ada rela ganda [untuk tujuan Jakarta-Surabaya],” katanya, Senin (11/4/2022).
Selain itu warga sudah memahami bahwa rel itu sewaktu-waktu ada kereta api melintas sehingga tidak menaruh apa pun di atas rel, salah satunya tidak memarkir motor di area tersebut. Selain itu, ketika akan melintas kereta akan menghidupkan bel panjang sebagai tanda akan melewati kawasan perkampungan Pengok menuju Balai Yasa.
Baca juga: Viral Kereta Api Lewat Depan Teras Rumah di Pengok Jogja, KAI: Sejak Zaman Belanda
“Selama ini seingat saya tidak pernah ada insiden, paling cuma pengendara motor yang jatuh karena licin saat melewati rel, itu pun biasanya pendatang. Kalau warga sekitar sudah hafal cara melewatinya,” ujarnya.
Sebelumnya sebuah video viral memperlihatkan kereta api melaju berhimpitan dengan rumah warga di Pengok, Gondokusuman, Kota Jogja. PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan kondisi itu masih dalam taraf aman.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @jooshkiiyevandesta Jumat pekan lalu. Video tersebut viral dan beberapa kali mencapai for your page (FYP) TikTok. Bahkan video tersebut diunggah sejumlah akun bauk du Instagran maupun twitter.
Dalam video tampak kereta api dengan corak warna hijau melintas pelan di depan rumah warga. Adapun rela itu berhimpitan dengan teras rumah warga. Selain itu, posisi rel berada di jalan kampung, tampak pengendara motor menunggu kereta melintas. Hingga Senin (11/4/2022) video itu telah dilihat sebanyak 176.000 kali dan dikomentari lebih dari 15.400 akun.
Saat dimintai konfirmasi Humas PT KAI Daerah Operasi VI DIY Supriyanto mengatakan keberadaan kereta api yang melintas seperti yang tampak di video viral merupakan hal biasa. Karena di lokasi tersebut berada di emplasemen atau kompleks tempat banyak rel kereta sekaligus untuk bongkar muat sarana dan perbaikan.
"Itu berada di emplasemen [Kompleks yang terdiri dari banyak jalur rel kereta api untuk menyimpan, menyortir, atau membongkar muat sarana kereta api dan lokomotif]. Balai Yasa atau bengkel, jadi sejak zaman Belanda ya seperti itu. Itu dari bengkel ke bengkel karena memang berada di emplasmennya bengkel di area tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.