Advertisement
H+2 Lebaran Bakal Jadi Puncak Wisata, PHRI DIY: Kami Yakin Target Okupansi 80%
Pemudik bersiap menaiki bus tujuan luar daerah di terminal Giwangan, Kota Jogja, Jumat (23/4/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kebijakan pemerintah memperbolehkan masyarakat melakukan mudik dinilai akan berdampak positif bagi ekonomi di DIY. Perputaran uang dinilai akan meningkat selama momen libur Lebaran tersebut.
Bahkan, saking optimistisnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY sampai yakin menargetkan okupansi saat masa libur Lebaran tahun ini mencapai 80%.
Advertisement
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengaku telah melakukan berbagai kesiapan menyambut Lebaran. “Kesiapan kami dari paket lebaran, dari kamar, makan, hiburan, serta paket Syawalan sudah ada. Selain itu fasilitas dan hiasan Lebaran kami siapkan,” ucap Deddy Sabtu (16/4/2022).
Dia mengatakan reservasi saat ini sudah ada pada angka 38%, dan diperkirakan puncak liburan akan terjadi H+2 Lebaran.
“Kami cukup optimis selalu, target diangka 80%, semoga kebijakan pemerintah tidak berubah-ubah. Tentu kami masih ada kekhawatiran kebijakan berubah. Harapan kami ekonomi dan kesehatan bisa berjalan dengan baik,” katanya.
BACA JUGA: Sempat Merugi, Pria Ini Kini Sukses lewat Bisnis Clothing Karakter Hewan
Senada, Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY, Y. Sri Susilo mengatakan jika melihat dampak kebijakan lampu hijau untuk mudik tersebut akan ada dampak ekonomi langsung.
“Ada pemudik yang kembali ke Jogja, sekaligus wisatawan yang datang ke Jogja. Akan ada dampak peningkatan konsumsi di wilayah DIY,” ucap Susilo.
BACA JUGA: Bedug Ramadhan, Cara RAY Bangkitkan UMKM
Susilo mengatakan sebagai daerah pariwisata, DIY akan menerima berkah dari konsumsi belanja, makan, penginapan dan yang lainnya. “Akan ada penambahan jumlah uang beredar, konsekuensi inflasi memang. Namun, manfaat positifnya banyak sekali. Ada multiplier effect,” ucapnya.
Susilo menilai puncak dari peningkatan perputaran uang akan terjadi mulai H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran. Menurutnya Pemda DIY juga telah menyiapkan berbagai hal untuk momen Ramadan ini.
“Mereka siap dalam arti dengan kedatangan wisata, baik dari kesiapan menerima tamu, prokes, pengamanan. Ini momentum pemulihan ekonomi, kesempatan membuktikan kesiapan DIY,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Bripda MS Tual: Ahmad Sahroni Desak Proses Hukum Tuntas
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Pasar Ramadan Berpotensi Picu Macet, Dishub Minta Panitia Izin Polisi
- Jalan Sempit di Bambanglipuro Bantul Jadi Ikon Kampung Ramadan
- Proyek Tol Jogja-Solo di Purwomartani Terus Dikerjakan Jelang Mudik
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Rabu 25 Februari 2026
- Usai Aksi Demo Depan Mapolda DIY, Polisi Pastikan Situasi Kondusif
Advertisement
Advertisement







