Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Sukarelawan pendukung Erick Thohir saat membagikan sembako dalam program tebus murah di Gedung Eks OJK, Jalan Timoho Kota Jogja, Selasa (19/4/2022)-Harian Jogja/Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah pendukung tokoh politik nasional mulai berkompetisi untuk meraih simpati masyarakat agar memberikan dukungan kepada tokoh tersebut untuk menuju Pilpres 2024. Salah satunya muncul kelompok sukarelawan pendukung Menteri BUMN Erick Thohir. Komunitas menamakan Sobat Erick ini mengklaim gerakannya murni sosial dan tanpa sepengetahuan dari mantan bos klub Inter Milan tersebut.
Sebelumnya Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis survei opini publik terkait capres untuk Pemilu 2024. Hasilnya, nama Menteri BUMN Erick Thohir masuk dalam urutan ke-11 dengan perolehan elektabilitas 1,2% dari total 33 nama capres. Sedangkan di simulasi 19 nama capres, Erick berada pada urutan kesembilan dengan hasil 1,3%.
Sedangkan dari survei pendapat Key Opinion Leader (KOL) yang dirilis oleh lembaga survei Politica Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) pada Maret 2022 lalu menempatkan Erick di urutan kelima dengan angka 6,88%, mengalahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang hanya memperoleh suara 6,85%.
BACA JUGA: Pemubunuhan Sadis di Wirobrajan Terungkap! Ternyata Penyebabnya Sepele
Ketua Sobat Erick Anton Laksmana menjelaskan gerilya sosial ke akar rumput itu murni dilakukan sukarelawan yang peduli terhadap sosok Erick Thohir dan tidak berafiliasi kepada partai politik manapun. Selain itu para sukarelawan juga tidak memiliki koneksi langsung ke sosok Menteri BUMN tersebut karena murni dari kesadaran pribadi sukarelawan. Ia mengakui gerakan itu dilakukan untuk menarik simpati masyarakat bahwa sosok Erick Thohir layak menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang.
"Para sukarelawan ini menilai sosok Erick Thohir memiliki kemampuan yang cocok sebagai pemimpin dengan melihat kiprahnya di pemerintahan sebagai Menteri BUMN. Selain itu memiliki pengalaman di berbagai bidang baik di level nasional maupun internasional," katanya, Rabu (20/4/2022).
Sukarelawan Sobat Erick DIY Eko Sukamto mengatakan sejumlah kegiatan sosial yang digelar antara lain program tebus murah sembako yang berlangsung di Gedung Eks OJK, Jalan Timoho Kota Jogja, Selasa (19/4/2022). Hanya dengan membayar Rp20.000, ratusan masyarakat bisa mendapatkan sembako seharga Rp70.000. Adapun sembako itu dibelinya dari sejumlah pelaku UMKM di Kota Jogja. Ada alasan khusus bagi komunitasnya dengan tidak memberikan secara gratis.
“Bagi kami ini sejalan dengan program Pak Erick yang selalu menekankan pendidikan dan usaha. Bahwa kita harus melakukan usaha. Sehingga harapan kami dengan tebus murah ini bisa meringankan masyarakat,” katanya.
Akantetapi, Sukamto mengatakan pembagian sembako gratis juga telah dilakukan di hari yang sama dengan menyasar masyarakat tidak mampu di sepanjang Sungai Code di wilayah Kota Jogja. “Ini kami terjun langsung ke warga paling bawah,” ucapnya. (Sunartono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.