Investasi di Gunungkidul Tembus Rp488 Miliar dalam Enam Bulan
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengendara yang melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di sisi timur Gunungkidul mesti berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan yang bagus belum dibarengi lampu penerangan jalan yang memadai sehingga sangat rawan kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Rongkop, AKP Edi Ganefiono mengatakan meski belum tersambung secara keseluruhan, JJLS menjadi salah satu akses yang mulai bisa dipergunakan oleh pengendara, khususnya untuk ke kawasan wisata di Gunungkidul.
Meski demikian, ia meminta kepada pengendara berhati-hati karena rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan masih dinilai kurang.
Edi mengaku rambu-rambu dan lampu penerangan jalan umum yang sudah dipasang, jumlahnya memang belum banyak dan merata.
Rambu-rambu dan lampu, kata dia, hanya terpasang di persimpangan jalan besar. Sementara untuk masuk ke jalan-jalan di permukiman warga masih belum ada.
Kondisi jalan yang bagus membuat pengendara bisa memacu kendaraan secara maksimal. Masih minimnya sarana dan prasarana pendukung kalau tidak diperhatikan bisa membuat terjadinya kecelakaan.
“Kehati-hatian untuk keselamatan agar tidak terjadi kecelakaan,” kata Edi, Minggu (24/3/2022).
Menurut dia, sejak dioperasikan di awal tahun sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Mayoritas kecelakaan yang terjadi merupakan peristiwa tunggal.
“Kalau yang berasal dari luar daerah karena belum hapal medan. Sedangkan untuk warga sekitar, kecelakaan terjadi karena kondisi kendaraan. Misal, ban roda sudah mulai aus dan saat dipergunakan meletus hingga terjadi kecelakaan,” katanya.
Edi menambahkan, kerawanan di JJLS tidak hanya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, juga ada potensi balap liar yang dilakukan anak-anak remaja. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan bantuan dari Polres Gunungkidul.
“Setiap akhir pekan ada penambahan personel dari polres untuk memastikan tidak ada ajang balap di JJLS,” katanya.
Salah seorang pengendara motor asal Pracimantoro, Joko Pambudi mengakui, beberapa kali dia lewat JJLS di perbatasan Wonogiri dan Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi jalannya sudah bagus, tapi membutuhkan sarana prasaran pendukung yang harus dilengkapi.
“Kalau siang hari tidak ada masalah. Tapi, kalau malam masih terlihat gelap karena lampu penerangan yang masih minim,” katanya.
Joko mengakui, sudah ada lampu penerangan yang dipasang baik di persimpangan jalan maupun area perkampungan warga.
Meski demikian, untuk lokasi yang jauh dari rumah penduduk belum ada sehingga jalan terlihat gelap pada saat malam hari.
“Mudah-mudahan bisa ditambah lampu penerangan jalannya sehingga memudahkan pengendara yang melintas, khususnya pada saat malam hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.
PM Thailand Anutin Charnvirakul bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand.
Perlintasan sebidang liar di Sleman resmi habis setelah akses Rewulu ditutup. KAI Daop 6 kini fokus meningkatkan keselamatan di perlintasan resmi.
Menhub Dudy Purwagandhi memastikan investigasi penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II dilakukan. Posko Terpadu juga disiapkan di Surabaya.