TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop. foto diambil 6 Januari 2022 lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengendara yang melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di sisi timur Gunungkidul mesti berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan yang bagus belum dibarengi lampu penerangan jalan yang memadai sehingga sangat rawan kecelakaan lalu lintas.
Kapolsek Rongkop, AKP Edi Ganefiono mengatakan meski belum tersambung secara keseluruhan, JJLS menjadi salah satu akses yang mulai bisa dipergunakan oleh pengendara, khususnya untuk ke kawasan wisata di Gunungkidul.
Meski demikian, ia meminta kepada pengendara berhati-hati karena rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan masih dinilai kurang.
Edi mengaku rambu-rambu dan lampu penerangan jalan umum yang sudah dipasang, jumlahnya memang belum banyak dan merata.
Rambu-rambu dan lampu, kata dia, hanya terpasang di persimpangan jalan besar. Sementara untuk masuk ke jalan-jalan di permukiman warga masih belum ada.
Kondisi jalan yang bagus membuat pengendara bisa memacu kendaraan secara maksimal. Masih minimnya sarana dan prasarana pendukung kalau tidak diperhatikan bisa membuat terjadinya kecelakaan.
“Kehati-hatian untuk keselamatan agar tidak terjadi kecelakaan,” kata Edi, Minggu (24/3/2022).
Menurut dia, sejak dioperasikan di awal tahun sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Mayoritas kecelakaan yang terjadi merupakan peristiwa tunggal.
“Kalau yang berasal dari luar daerah karena belum hapal medan. Sedangkan untuk warga sekitar, kecelakaan terjadi karena kondisi kendaraan. Misal, ban roda sudah mulai aus dan saat dipergunakan meletus hingga terjadi kecelakaan,” katanya.
Edi menambahkan, kerawanan di JJLS tidak hanya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, juga ada potensi balap liar yang dilakukan anak-anak remaja. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan bantuan dari Polres Gunungkidul.
“Setiap akhir pekan ada penambahan personel dari polres untuk memastikan tidak ada ajang balap di JJLS,” katanya.
Salah seorang pengendara motor asal Pracimantoro, Joko Pambudi mengakui, beberapa kali dia lewat JJLS di perbatasan Wonogiri dan Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi jalannya sudah bagus, tapi membutuhkan sarana prasaran pendukung yang harus dilengkapi.
“Kalau siang hari tidak ada masalah. Tapi, kalau malam masih terlihat gelap karena lampu penerangan yang masih minim,” katanya.
Joko mengakui, sudah ada lampu penerangan yang dipasang baik di persimpangan jalan maupun area perkampungan warga.
Meski demikian, untuk lokasi yang jauh dari rumah penduduk belum ada sehingga jalan terlihat gelap pada saat malam hari.
“Mudah-mudahan bisa ditambah lampu penerangan jalannya sehingga memudahkan pengendara yang melintas, khususnya pada saat malam hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.