Advertisement
Uskup Resmikan Perkumpulan Profesional dan Usahawan Katolik DIY
Penandatanganan berita acara pelantikan Pukat DIY di Gereja Baciro Jogja, Jumat (29/4/2022) - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko meresmikan Perkumpulan Profesional dan Usahawan Katolik (Pukat) Kevikepan DIY di Gereja Katolik Kristus Raja, Baciro, Jogja, Jumat (29/4/2022). Uskup berharap para pengurus dapat memanfaatkan pengetahuan dan talentanya dalam mengembangkan perkumpulan ini.
"Semoga para pengurus dapat bekerja sama untuk menunaikan tugasnya dengan semangat cinta kasih, pengabdian seperti Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani," kata Uskup dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat.
Advertisement
Sementara itu Ketua Pukat Nasional, Robert Hadi, mengucapkan profisiat atas diresmikannya Pukat DIY sekaligus pelantikan pengurusnya. Ia berharap semoga semakin banyak karya dan karsa yang dapat membawa damai dan sejahtera bagi gereja dan bangsa menuju Indonesia maju.
“Kami semua anggota Profesional dan Usahawan Katolik di manapun, bukan hanya yang berada di Yogyakarta atau Keuskupan Agung Semarang saja, menyambut baik atas kehadiran dan dilantiknya pengurusnya [Pukat DIY]. Dengan semakin banyak yang terlibat di dalam menjalankan visi dan misi Pukat, akan menunjang terwujudnya masyarakat adil dan makmur selaras dengan cita-cita bangsa Indonesia tercinta," kata dia.
Baca juga: Pengusaha di Sleman Diwanti-wanti untuk Tidak Menyicil THR
Sementara itu Agustinus Willy Sudjono selaku Ketua Pukat DIY sekaligus ketua panitia pelantikan, bersyukur atas peresmian itu. Ia berharap semoga para profesional dan usahawan Katolik di DIY bisa menjadi berkat dalam bidang-bidang yang sesuai dengan profesi dan usaha mereka masing-masing.
“Secara konkret semoga anggota Pukat DIY bisa membantu umat dan masyarakat secara khusus seperti dalam bidang pendidikan, hukum, kerja sama, konstruksi, arsitek, kesehatan, bisnis, dan lain sebagainya,” terang Willy.
Pukat DIY akan terlibat dalam gerak gereja dan pengembangan ekonomi kaum muda di era 4.0 ini, salah satunya dengan cara membantu memanfaatkan aset-aset gereja yang selama ini kurang produktif agar bisa memberi manfaat bagi banyak pihak. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








