Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Polisi sudah menemukan titik terang pelaku penusukan di perempatan Selokan Mataram di Jalan Seturan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Minggu (8/5/2022) dini hari.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi menegaskan polisi kini sedang memburu pelaku. Polisi juga membuka kesempatan kepada warga yang mengetahui dan melihat langsung kejadian pada Minggu dini hari itu untuk melapor ke Polda DIY.
“Mohon dapat menginformasikan melalui nomor 110 maupun akun media sosial Polda DIY,” ungkapnya, Senin (9/5/2022). Sejauh ini, polisi sudah memeriksa empat saksi dalam kejadian di perempatan Selokan Mataram Jalan Seturan itu.
Ade mengatakan polisi sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa hasil rekaman kamera pengawas juga sudah didalami. Untuk korban sudah divisum luar dan dalam di Rumah Sakit Bhayangkara.
Kasus penusukan di perempatan Selokan Mataram Jalan Seturan menyebabkan dua orang tewas, yakni TIP, 29 warga asal Bangka Belitung dan DS, 22, warga asal Pematang Siantar. TIP meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit sementara DS meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit JIH sekitar pukul 04.50 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.