Sarasehan Kudatuli di Berbah, Kader Diingatkan Jangan Mudah Terpecah
PDI Perjuangan Sleman menggelar sarasehan Kudatuli untuk memperkuat militansi kader, menjaga soliditas partai, dan menyerap aspirasi senior.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Menghadapi potensi adanya sebaran kasus hepatitis misterius atau akut, sejumlah rumah sakit segera menyiagakan sejumlah layanannya untuk penanganan. Di RSPAU Hardjolikito posko kewaspadaan didirikan dan aktif selama 24 jam dengan alokasi puluhan tempat tidur untuk penanganan kasus hepatitis misterius.
Ketua Satgas Hepatitis Misterius sekaligus Kepala Departemen Anak RSPAU Hardjolukito, Kolonel Kes. dr. Dedy Afandi Cahyo Nugroho memyampaikan bila posko hepatitis misterius dibuka 24 jam dilengkapi dengan berbagai layanan. Posko ini telah siaga sejak H+2 lebaran lalu. "Kita sudah buka klinik khusus yang memang untuk hepatitis misterius 24 jam dan kita memberikan layanan 24 jam bagi masyarakat yang pingin tahu tentang hepatitis misterius," terangnya ditemui pada Selasa (17/5/2022) sore.
"Dan kita sudah siapkan ruangan khusus untuk hepatitis misterius ini. Harapannya kita tidak ada pasien, cuma tetap kita antisipasi sekitar 32 bed," tambahnya.
BACA JUGA: Fakta-Fakta Lin Che Wei Tersangka Mafia Minyak Goreng, Selalu Dilibatkan di Kemendag
Tak hanya dari fasilitas layanan kesehatannya, petugas medis yang disiagakan pun telah di bekali pelatihan penanganan hepatitis misterius ini. "Kita juga sudah melatih untuk tenaga paramedis maupun medis yang akan nanti menangani kasus tersebut," tandasnya.
Dari segi aspek penanganannya, Dedy menyebut tidak ada perbedaan spesifik dengan hepatitis pada umumnya. Aspek kebersihan dan perlindungan diri menjadi faktor penting dalam pencegahan maupun dalam upaya penanganan.
"Untuk penanganan kasus seperti ini sebetulnya tidak ada perbedaan. Cuma kasus ini belum tahu penyebabnya dari mana, apakah termasuk dari virus hepatitis yang mutasi atau yang sudah ada kita tidak tahu. Jadi kita perlakukan seperti kebersihan, untuk perlindungan diri, semua kita siapkan dengan sebaik mungkin," tegasnya.
Berdasarkan catatan Dedy, belum ditemui kasus hepatitis misterius yang ditangani RSPAU Hardjolukito. Meski anak dengan gejala mual, muntah dan demam banyak ditemui, saat dilakukan pengecekan lebih lanjut tidak ada diagnosa mengarah ke hepatitis misterius.
"Kalau dari kasus yang saya temui belum. Jadi memang kasus anak yang paling banyak kan diare, mual, muntah, cuma begitu kita lacak ke arah peningkatan SGPT - SGOT nya belum ada. Jadi tidak kita kategorikan sebagai hepatitis misterius. Dia mual, muntah, demam biasa," jelasnya.
Meski belum ada temuan kasus, Dedy mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan menerapkan prokes untuk menekan potensi penyebaran hepatitis misterius. "Saran saya, untuk masyarakat tetap jaga protokol kesehatan, jaga untuk masker, jaga jarak, cuci tangan," tuturnya.
"Pastikan yang dimakan itu benar-benar masak, minimal 85 derajat [celcius] dimasaknya, benar- matang, untuk mencucinya juga benar-benar bersih, karena kemungkinan diduga virus ini tertular lewat makanan," tukasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja pada Selasa menegaskan 27 Puskesmas Kabupaten Bantul telah siap untuk menghadapi kewaspadaan dini dan respon hepatitis akut. "Paling tidak hari ini yang sudah terkonfirmasi siap untuk ICU anak NICU, PICU adalah RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSPAU Hardjolukito, RSUD Panembahan Senopati," jelasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Keperawatan dan Penjaminan Mutu, Florentina Sita Murti RSUD Panembahan Senopati juga menyiaplan ada 27 tempat tidur di bangsal anggrek yang dapat digunakan dalam perawatan pasien hepatitis akut. Selain itu sebangak 20 ruang perinatal, sembilan ruang ICU dan dua ruang HCU yang juga disiapkan. Sebanyak 10 ruang NICU dan lima ruang NICU Covid-19 juga disiapkan menghadapi ancaman hepatitis akut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan Sleman menggelar sarasehan Kudatuli untuk memperkuat militansi kader, menjaga soliditas partai, dan menyerap aspirasi senior.
Check-in bagasi domestik di Bandara Haneda Jepang wajib 30 menit sebelum berangkat mulai 1 September 2026. Berlaku untuk ANA, JAL, dan 4 maskapai lainnya.
Sebanyak 188 kelompok tani di Bantul menerima bantuan APBN 2026, mayoritas untuk penguatan irigasi. Program ini diharapkan mempercepat tanam dan meningkatkan pr
Ilmuwan Stanford dan Arc Institute berhasil menggunakan AI untuk merancang virus buatan yang lebih efektif membunuh bakteri. Terobosan ini membuka peluang terap
Laptop kehabisan baterai saat adaptor tertinggal? Simak cara mengecas laptop tanpa charger bawaan menggunakan USB-C Power Delivery, charger tablet, hingga power
Eropa Barat kembali menjadi kawasan paling layak huni di dunia pada 2026 dengan skor 92. Asia mencatat peningkatan terbaik berkat kemajuan kota-kota di China da