Dinkop UKM DIY Gandeng Tour Leader Dongkrak Kunjungan Teras Malioboro Ketandan
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Ubi jalar./Antarafoto
JOGJA-Kecepatan perubahan gaya hidup masyarakat ke arah pola makan tinggi lemak dan gula serta aktivitas fisik yang rendah memicu pergeseran percepatan timbulnya sindrom metabolik seperti obesitas sentral, resistensi insulin, dislipidemia maupun hipertensi disertai stress oksidatif yang menjadi faktor risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2, kanker, obesitas, stroke, dan penyakit kardiovaskuler atau yang sering dikenal sebagai penyakit jantung.
Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa faktor nutrisi memengaruhi lebih dari dua pertiga kejadian penyakit di seluruh dunia. Asupan nutrisi yang tidak seimbang dalam tubuh, baik jumlah maupun jenisnya akan memicu sindrom metabolik.
Penyandang penyakit terkait sindrom metabolik umumnya mengalami stres oksidatif akibat produksi radikal bebas yang berlebihan sehingga sistem pertahanan antioksidan dalam tubuh tidak mampu mengatasinya. Kondisi ini akan memperparah penyakit dan memicu komplikasi sehingga untuk mengatasinya perlu tambahan antioksidan dari luar seperti halnya mendapatkan terapi nutrisi (vitamin, mineral, fitokimia).
Beragam pangan lokal seperti gembili, labu kuning, ubi jalar orange, buah bit, kedelai, maupun jagung ungu dapat menjadi sumber antioksidan. Sebagai contoh misalnya labu kuning. Labu kuning merupakan bahan pangan lokal yang banyak terdapat di pekarangan penduduk daerah pedesaan dan belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
Labu kuning kaya kandungan karoten sebagai antioksidan yang dapat mengatasi stress oksidatif sehingga dapat memperbaiki propilid dan glukosa darah.
Upaya menggali potensi pangan lokal sebagai sumber antioksidan memang penting untuk dilakukan kajian lebih lanjut. Kajian tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk memahami mekanisme stress oksidatif dan faktor pemicunya serta jalur metabolisme yang dipengaruhinya.
Untuk memperkaya pemahaman masyarakat awam tentang stres oksidatif, sindrom metabolik, serta sumber pangan lokal yang kaya antioksidan, maka Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerjasama dengan UGM Press secara khusus menyelenggarakan webinar kesehatan dan bedah buku salah satu karya dosen berjudul “Antioksidan dalam Penanganan Sindrom Metabolik“ dalam bentuk webinar kesehatan.
Kegiatan dilaksanakan pada hari ini, Kamis (19/5/2022) di Auditorium Gd. Pascasarjana Tahir Foundation Sayap Utara Lt. 1
FK-KMK UGM Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta.
Adapun pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes selaku narasumber dan penulis Buku, Pakar Biokimia Nutrisi, Nutrigenomik dan Nutrigenetik; dr. Andreanyta Meliala, PhD – Pembedah, Pakar Fisiologi, dan dr. Hemi Sinorita, SpPD-KEMD – Pembedah, Pakar Ilmu Penyakit Dalam. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Mahasiswa UJB dan UNY mempelajari pengolahan sampah plastik residu menjadi bahan bakar cair dan briket di Bank Sampah Berlian 08, Tompeyan, Jogja.
Cek daftar harga BBM 28 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, ini harga lengkapnya.
Kemendag mendorong UMKM menjadi eksportir melalui perjanjian dagang, platform digital, dan dukungan logistik untuk memperluas pasar global.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Rabu, 28 Oktober 2026, bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback setiap ukuran.