Advertisement

Beri Contoh Negara G20, Kominfo Akan Mulai Pengukuran Kecakapan Digital di 2022

Media Digital
Jum'at, 20 Mei 2022 - 07:47 WIB
Jumali
Beri Contoh Negara G20, Kominfo Akan Mulai Pengukuran Kecakapan Digital di 2022 Pelaksanaan sidang kedua Digital Economy Working Group (2nd DEWG Meeting) di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Selasa (17/5 - 2022) / Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Negara G20 sepakat dengan pengukuran kecakapan digital masyarakat. Hal itu dibahas di workshop dalam rangkaian Digital Economy Working Group (2nd DEWG Meeting) G20 di Jogja, Kamis (19/5/2022).

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menjelaskan semua anggota delegasi memahami pentingnya pengukuran kecakapan digital untuk mengetahui dan mengevaluasi kebijakan dalam mengembangkan literasi digital baik di Indonesia maupun negara lain di dunia. Hal ini penting karena dengan mengukur kecakapan digital bisa mengetahui kesiapan masyarakat dalam menghadapi era digital.

"Ini sangat penting bagi negara manapun," katanya dalam konferensi pers di Hotel Tentrem, Kamis (19/5/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ia mengatakan para delegasi G20 memberikan dukungan terkait penyusunan instrumen pengukuran kecakapan digital. Bahkan untuk Indonesia melalui Kementerian Kominfo akan melakukan pengukuran literasi digital dan kecakapan digital secara komprehensif mulai 2022.

Di tahun ini Kominfo akan mengukur indeks masyarakat digital. Hasilnya akan dirilis pada awal 2023. Program ini dilakukan sebagai contoh bagi negara G20 lainnya.

"Ini sebagai salah satu komitmen Indonesia tidak sekadar hanya mengusulkan ke negara lain di dunia untuk menyusun instrumen ini. Tetapi kami juga langsung mengimplementasikan sejumlah usulan di sidang G20 ini," katanya.

Secara umum pelaksanaan sidang kedua selama tiga hari yang digelar di Jogja berjalan lancar. Ia mendatangi satu per satu delegasi dan semuanya memberikan apresiasi atas keramahan dan layanan yang diberikan selama presidensi.

"Mereka senang dengan keramahtamahan kita, bahkan beberapa delegasi akan membawa keluarganya suatu saat datang ke Indonesia karena sudah melihat betapa indahnya Indonesia," katanya.

Ia mengatakan sejumlah parameter untuk mengukur kecakapan digital di antaranya kemampuan atau respons masyarakat dalam menerima suatu informasi. Karena salah satu tantangan di era saat ini adalah kekacauan informasi. Jika masyarakat mampu memilah dan memilih informasi dengan baik sebagai tanda bahwa masyarakat lebih dewasa dalam kecakapan digital.

Advertisement

"Sehingga bagaimana masyarakat merespons sebuah informasi itu akan menjadi ukuran penting,” jelasnya.

Parameter lain yaitu sebesar-besar pemahaman masyarakat terhadap kecakapan digital dan kecerdasan buatan. Tidak terbatas pada ilmu tertentu, namun seluruh masyarakat maupun mahasiswa butuh kecerdasan buatan dan kecakapan digital.

"Setidaknya mereka memahami apa itu big data, apa itu keamanan siber," katanya

Advertisement

Kepala Badan Litbang SDM Kominfo Hary Budiarto menyatakan dalam pelaksanaan workshop on the G20 toolkit for measuring digital skills and digital literacy tersebut para delegasi G20 sepakat dengan pengukuran kecakapan digital secara global. Melalui hasil pengukuran itu bisa menjadi dasar dalam menentukan kebijakan secara global.

"Proses workshop berjalan lancar dan semua delegasi mengapresiasi," ucapnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 29 September 2022

News
| Kamis, 29 September 2022, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement