Lokasi SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 dan Syaratnya
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan warga DIY agar tetap menaati protokol kesehatan meski kasus Covid-19 mulai melandai.
Sultan mengatakan meski pun mencapai nol kasus disertai dengan BB kasus harian yang terus menurun namun daerah belum berani berspekulasi untuk mengarah ke endemi. Sehingga menurunnya kasus Covid-19 hanya bisa dianggap sebagai kasus yang melandai.
"Kalau tidak tambah [nol kasus] berarti kondisinya kan sudah landai, [bisa menuju ke] endemi, tetapi kita tidak bisa mengatakan DIY sudah endemi itu enggak boleh. Karena ketentuannya yang bisa mengatakan endemi itu hanya WHO. Jadi kita hanya bicaranya landai," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Selasa (24/5/2022).
Berdasarkan Instruksi Mendagri No.26/2022 tentang PPKM yang diterbitkan pada 23 Mei 2022, DIY berada di level 2 PPKM. Di Jawa Tengah ada 32 kabupaten berada di level 2 kemudian Jawa Barat ada 13 kabupaten dan kota, sedangkan Jawa Timur ada 23 kabupaten dan Kota. Begitu juga dengan level PPKM yang berada di level 1 seperti Banten ada dua daerah, Jawa Barat 14 daerah, Jawa Tengah enam daerah dan Jawa Timur ada 13 daerah yang berada di level 1.
Baca juga: Kabar Gembira, Hari Ini Pertama Kalinya DIY Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19
Sultan menegaskan DIY masih berada di level 2 sehingga masih ada ketentuan yang harus ditaati. Oleh karena itu ia meminta agar masyarakat tetap taat prokes.
"Tidak mungkin dikatakan endemi, selama pandemi ini belum dicabut. Gimana, kita [DIY] masih dalam level 2. Berarti masih ada pandemi. Kalau level 1 sudah lebih bebas tetapi level 1 tetap pandemi, tapi dalam beberapa hal keadaan masyarakat dibebaskan, tapi belum dikatakan endemi. Berarti tetap nganggo [memakai] masker, kan gitu," ujarnya.
Sultan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat atas kerja sama dalam menangani Covid-19 hingga bisa menyentuh nol kasus. Wisatawan yang terus melonjak dan kunjungan wisata yang berjubel diharapkan tidak berdampak pada kenaikan kasus.
"Terima kasih [partisipasi masyarakat] kemarin bisa nol kasus, kemudian yang sembuh ada satu kasus. Karena memang yang di rumah sakit makin kecil otomatis memang yang diswab pun juga makin sedikit. Saya kira kasus aktif terus menurun, tetapi mayoritas kan OTG berarti tidak di rumah sakit. Semoga Sabtu Minggu kemarin penuh orang moga-moga enggak naik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Febrie Adriansyah buka suara usai dilimpahkan ke Kejari Jaksel terkait dugaan pemerasan dalam perkara Asabri dan Jiwasraya.
APBN hingga Agustus 2026 defisit Rp240,1 triliun. Pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,1 triliun.
Pesawat F-2000 Italia terkena serangan di Pangkalan Udara Ta'if, Arab Saudi, saat serangkaian serangan terjadi di kawasan tersebut.
Kemenkeu menyatakan dana angsuran pertama KDKMP sebesar Rp40 triliun sudah disiapkan, tetapi masih menunggu tagihan Himbara.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.