Advertisement
Kabar Gembira, Hari Ini Pertama Kalinya DIY Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--DIY mencatatkan nihil alias nol kasus harian Covid-19 pada Senin (23/6/2022). Nihil kasus harian ini merupakan kali pertama sejak DIY melaporkan adanya kasus Covid-19 pada Maret 2020 silam.
Selama sepekan terakhir DIY juga mencatatkan kasus rata-rata di bawah 10 kasus harian. Selain itu positivity rate juga berada di bawah 1%. Pada Senin, DIY untuk pertama kalinya melaporkan nihil kasus harian.
Advertisement
Angka ini merupakan pertama kali sepanjang sejarah masuknya kasus Covid-19 sejak Maret 2020 silam.
BACA JUGA: Terima Kasih Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi
DIY pernah mengalami gejolak gelombang kedua Covid-19 medio Juni hingga Juli 2021 silam dengan angka kasus harian pernah menembus 2.700 dengan angka kematian cukup tinggi.
Pada gelombang III atau dikenal dengan varian Omicron menembus angka di atas kasus delta atau gelombang kedua. Kini pada Senin (23/5/2022) DIY mencatatkan nihil kasus harian.
“Alhamdulillah hari ini DIY melaporkan penambahan nol kasus harian Covid-19,” kata Kabag Humas Biro UHP Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Senin.
Total jumlah kasus Covid-19 DIY selama pandemi tercatat sebanyak 220.641 kasus, meninggal dunia sebanyak 5.903 kasus. Adapun kasus sembuh sebanyak 214.635 kasus.
“Kasus aktif di seluruh DIY sampai hari ini tercatat ada 104 kasus, dengan angka kesembuhan mencapai 97,28 persen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement