Advertisement
Forum ABMF Jogja, ADB Dorong Pembiayaan Berkelanjutan Hadapi Bencana
Spesialis Utama Sektor Keuangan ADB, Yuji Yamashita berbicara dalam hari kedua 45th ASEAN3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting yang digelar di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Selasa (3/2/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
JOGJA—Asian Development Bank (ADB) menyoroti tingginya potensi bencana alam di kawasan Asia yang berdampak besar terhadap perekonomian, sekaligus mendorong penguatan pasar obligasi berkelanjutan serta obligasi berbasis mata uang lokal sebagai solusi pembiayaan jangka panjang.
Isu tersebut mengemuka dalam hari kedua pelaksanaan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting yang berlangsung di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Selasa (3/2/2026). Forum ini diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan ADB.
Advertisement
Spesialis Utama Sektor Keuangan ADB, Yuji Yamashita, mengungkapkan Asia merupakan salah satu wilayah paling rentan terhadap berbagai bencana alam, mulai dari siklon tropis, banjir, hingga gempa bumi. Dampaknya tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dalam skala sangat besar.
“Dalam beberapa dekade terakhir, kerugian ekonomi akibat siklon tropis saja telah melampaui 2 triliun dolar AS, sementara banjir juga menimbulkan biaya yang hampir setara,” ujar Yamashita.
BACA JUGA
Ia menambahkan, dari 15 negara yang paling terdampak cuaca ekstrem di dunia, sembilan di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. Lima negara yang termasuk dalam lingkup ASEAN+3 yakni Filipina, Indonesia, Myanmar, China, dan Vietnam.

Suasana hari kedua 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting yang digelar di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Selasa (3/2/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Situasi tersebut semakin kompleks karena masih lebarnya celah perlindungan atau protection gap, terutama dalam pembiayaan dan asuransi bencana.
“Bahkan di negara dengan pasar asuransi yang relatif maju seperti Jepang, perlindungan terhadap risiko bencana alam masih sangat terbatas,” jelasnya.
Yamashita menekankan pentingnya penguatan pembiayaan risiko bencana yang mencakup pemetaan risiko, tata kelola yang baik, investasi untuk pengurangan risiko, hingga kesiapsiagaan dan pemulihan pascabencana.
Berbagai instrumen keuangan seperti asuransi bencana, mekanisme transfer risiko negara, risk pooling, serta pembiayaan kontingensi dinilai berperan penting dalam meringankan beban fiskal pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan ADB lainnya, Shu Tian, memaparkan peran Asian Bonds Online (ABO) sebagai platform informasi pasar obligasi satu pintu di bawah naungan Asian Bond Markets Initiative (ABMI).
Menurutnya, ABO menjadi sarana strategis untuk mendorong pengembangan pasar obligasi berkelanjutan serta pasar obligasi berbasis mata uang lokal, khususnya di negara berkembang.
“Asian Bonds Online merupakan platform informasi pasar obligasi satu pintu yang dikembangkan ABMI dengan dua fokus utama, yakni penguatan pasar obligasi berkelanjutan dan pasar obligasi mata uang lokal,” ujar Shu Tian.
Ia menjelaskan, ABO secara rutin menyediakan berbagai produk pengetahuan, seperti Asian Bond Monitor, buletin mingguan dan bulanan, hingga ringkasan informasi makro-keuangan yang banyak dimanfaatkan para pembuat kebijakan di kawasan.
Sepanjang periode 2023 hingga 2025, penggunaan ABO tercatat rata-rata mencapai 1 juta kunjungan per tahun dengan sekitar 75.000 pengguna aktif. Sekitar 80 persen pengguna menyatakan data yang disediakan sangat membantu dalam pekerjaan mereka.
Shu Tian menegaskan ADB terus membuka ruang masukan dari para pemangku kepentingan agar ABO berkembang sebagai barang publik ABMI yang relevan dan berdampak luas.
Melalui forum ABMF di Jogja ini, ADB berharap penguatan pasar obligasi kawasan dapat berjalan seiring dengan upaya pembiayaan berkelanjutan, termasuk dalam menghadapi risiko bencana alam yang terus meningkat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Manipulasi Saham MPAM Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Satpol PP Bantul Tertibkan Anak Punk di Perempatan Tamantirto Kasihan
- Pemkab Sleman Siapkan Komite Ekonomi Kreatif, Bidik Status Kota Animas
- 10 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kulonprogo Masih Proses Izin
- Disbud Sleman Gandeng Pemilik Cagar Budaya untuk Perawatan Bangunan
- Jadwal SIM Keliling Kota Jogja 3 Februari 2026
Advertisement
Advertisement



