11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Ilustrasi cagar budaya./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman menggandeng pemilik cagar budaya (CB) dalam upaya perawatan struktur bangunan bersejarah. Kolaborasi ini ditempuh di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah agar pelestarian cagar budaya di Bumi Sembada tetap berjalan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui skema pemberian penghargaan kepada pemilik cagar budaya yang dinilai aktif merawat bangunan bersejarah miliknya. Meski melibatkan pemilik secara langsung, Disbud Sleman menegaskan perannya tetap sebagai leading sector dalam pembinaan dan perawatan cagar budaya.
Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Bidang Warisan Budaya Disbud Sleman, Endah Kusuma Wardani, mengatakan anggaran perawatan diarahkan untuk bentuk apresiasi kepada pemilik cagar budaya.
“Anggaran itu diarahkan untuk pemberian penghargaan kepada pemilik cagar budaya yang telah merawat bangunan CB yang dimiliki,” kata Endah saat dihubungi, Senin (2/2/2026).
Endah menegaskan, Disbud tidak serta-merta menyerahkan perawatan sepenuhnya kepada pemilik. Sebagai instansi teknis, Disbud tetap menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan.
“Tidak ada acara seremonial. Pertengahan Agustus 2026 kami hanya memilih Cagar Budaya lalu kami kasih penghargaan,” ujarnya.
Setiap pemilik cagar budaya yang terpilih akan menerima penghargaan senilai Rp15 juta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian bangunan bersejarah.
Selain menggandeng pemilik cagar budaya, Disbud Sleman juga menjalin kolaborasi dengan para seniman lokal. Seniman yang dinilai konsisten menjaga dan mengembangkan seni tradisi di Sleman turut mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Pada tahun sebelumnya, penghargaan kepada seniman digelar di Gedung Serbaguna Sleman pada Kamis (4/12/2025). Sebanyak enam seniman lokal menerima anugerah kebudayaan Sleman yang menjadi ajang apresiasi sekaligus sorotan pelestarian budaya daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan pemberian penghargaan kepada pelaku kebudayaan bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas pihak.
Ia berharap, melalui skema apresiasi tersebut, upaya pelestarian kebudayaan di Sleman dapat terus tumbuh dan berkembang di berbagai aspek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.