Advertisement

Event Pariwisata di DIY Mulai Menggeliat

Media Digital
Rabu, 25 Mei 2022 - 06:27 WIB
Jumali
Event Pariwisata di DIY Mulai Menggeliat Salah satu event pariwisata yang digelar beberapa waktu lalu / Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA -- Dinas Pariwisata DIY menyatakan sejumlah event pariwisata mulai banyak digelar di DIY seiring adanya pelonggaran aktivitas. Akan tetapi pelaksanaan event harus menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan kondisi pariwisata DIY sudah mulai membaik. Penurunan kasus hingga DIY mencatatkan nol kasus pada Senin (23/5/2022) hingga kebijakan Presiden Jokowi melonggarkan pemakaian masker di ruang terbuka tentu menjadi angin segar bagi pariwisata DIY.

"Selain biru, saat ini ada pelonggaran persyaratan pelaku perjalanan baik domestik maupun internasional, tidak perlu PCR maupun antigen. Ini juga menjadi angin segar bagi pariwisata maupun event pariwisata," katanya Selasa (24/5/2022).

Ia mengatakan selama beberapa hari terakhir sejumlah event pariwisata mulai digelar. Salah satunya digelar di Jogja National Museum. Selain itu dalam waktu dekat ini akan digelar pula event yang bakal menghadirkan banyak pengunjung. Uji coba event juga sudah digelar di kawasan Malioboro yang telah diinisiasi Pemerintah Kota Jogja.

"Saat ini sudah mulai banyak digelar event pariwisata yang mendatangkan banyak pengunjung," ucapnya.

Singgih mengatakan salah satu event cukup besar yang bakal digelar dalam waktu dekat adalah Yogyakarta Simphony Orchestra, tepatnya 26 Juni 2022 mendatang. Event ini ditujukan untuk kalangan milenial yang rencananya akan digelar di bagian belakang kawasan Benteng Vredeburg.

Meski sejumlah event digelar dengan mendatangkan banyak pengunjung, namun Singgih memastikan bahwa proses itu digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan untuk mencegah kemungkinan terjadinya peningkatan kasus Covid-19.

"Kami juga selalu minta rekomendasi Satgas, standar protokol kesehatan juga harus disiapkan seperti tempat cuci tangan. Kalau situasi padat di ruang terbuka tetap diminta memakai masker," kata Singgih.

Penyelenggara event pariwisata harus memperhatikan sejumlah hal ketika akan menggelar kegiatan. Mulai dari meminta izin keramaian hingga izin dari Satgas Covid-19 kabupaten setempat. Hal ini berlaku pada event skala besar. Akan tetapi event rutin skala kecil cukup memberikan pemberitahuan ke Satgas Covid-19.

"Karena event ada yang bersifat reguler itu sifatnya kecil seperti live music di Becici," ujarnya.

Advertisement

Ia menilai dengan mulai banyaknya event wisata maka akan meningkatkan pergerakan manusia atau pengunjung. Harapannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama pada kuartal kedua.

"Saat libur lebaran selama sembilan hari kemarin jumlah kunjungan sampai 1 juta dengan perkiraan transaksi sekitar Rp1,5 triliun," ucapnya.

Desa wisata di DIY juga menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan. Selain menyuguhkan kan suasana desa, beberapa desa wisata dan kabupaten juga berinovasi dengan menggelar event untuk menarik kunjungan.

Advertisement

"Di Nglanggeran Gunungkidul pada Minggu kemarin juga menggelar event peluncuran perangko seri desa wisata. Tentu ini disambut baik oleh wisatawan, mereka bisa menikmati event sekaligus suasana desa," katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PPDB Jawa Tengah Tahun Ajaran 2022/2023 Segera Berakhir

News
| Kamis, 07 Juli 2022, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Girls, Ini Tips Solo Travelling untuk Anda

Wisata
| Selasa, 05 Juli 2022, 16:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement