Advertisement

Jogja Targetkan 14 Kelompok Tani Baru Tahun Ini

Sirojul Khafid
Kamis, 09 Juni 2022 - 21:07 WIB
Budi Cahyana
Jogja Targetkan 14 Kelompok Tani Baru Tahun Ini Ilustrasi lahan pertanian. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Jogja menargetkan terbentuknya 14 kelompok tani (poktan) baru pada 2022 ini. Jumlah ini akan menambah 266 poktan yang sudah terdaftar pada Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

BACA JUGA: KPK Diminta Cek Ratusan Izin Hotel Semasa Haryadi Menjabat, Ini Dugaan Masalah yang Ditemukan Warga Jogja

Salah satu cara agar poktan bertambah, DPP Kota Jogja melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) budi daya sayuran di setiap kemantren atau kecamatan se-Kota Jogja. Sub Koordinator Bimbingan Usaha Pertanian DPP Kota Jogja, Mbari Ambarwati, mengatakan bimtek budi daya sayuran diberikan kepada poktan sayur baru yang belum pernah mendapat bimtek sebelumnya.

“Dengan adanya bimtek ini diharapkan kelompok tani sayur yang masih baru bisa lebih aktif dan semakin berkembang,” kata Ambar, Kamis (9/6/2022).

Setelah mengikuti bimtek dan anggota poktan memiliki kecakapan, mereka bisa mengurus nomor register dan lainnya. Anggota poktan bisa mengotimalkan pemanfaatan lahan sempit dengan semakin kreatif sehingga materi yang diperoleh bisa terus berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan sayur pada rumah tangga secara mandiri.

Pelaksanaan bimtek bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian (PPL) dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY. Beberapa materi seperti teknis budi daya sayuran, good handling proceses (GHP), penanganan pasca-panen, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.

BACA JUGA: Terhimpit Biaya Sekolah dan Pengobatan, Pelaku Pencurian di Jogja Dibebaskan dari Tuntutan

Salah satu penyuluh pertanian, Heri Purnomo, mengatakan, sayuran yang sehat merupakan sayuran organik yang bebas dari pupuk kimia dan pestisida. Salah satu upaya menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida bisa dengan beralih menggunakan pupuk kompos yang dihasilkan sendiri.

“Salah satu cara membuat pupuk kompos menggunakan teknik ember tumpuk, dengan menyatukan dua buah ember yang disusun bertingkat. Hal ini bisa membantu Pemerintah Kota Jogja dalam pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan rumah tangga untuk mengurangi beban sampah di Kota Jogja,” kata Heri.

 

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 12 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kena Covid, Korea Utara Salahkan Balon Udara dari Korea Selatan

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 16:27 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement