Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Ilustrasi aktivitas di laboratorium./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang berada di Balai Laboratorium Kesehatan Kalibrasi (BLKK) DIY mampu bersaing dengan laboratorium swasta. Untuk itu, sejumlah fasilitas canggih akan disiapkan untuk laboratorium tersebut agar lebih siap dalam melayani masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie seusai serah terima jabatan Kepala BLKK DIY dari Setyarini Hestu Lestari kepada Woro Umi Ratih di Kantor BLKK DIY, Senin (20/6/2022). Selanjutnya Setyarini akan menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY.
BACA JUGA: Pakar: Pemerintah & Swasta Belum Sadar Pentingnya Audit Komunikasi
Pembajun mengatakan para petugas di BLKK memiliki komitmen tinggi terutama menjalankan peran selam pandemi khususnya dalam pemeriksaan laboratorium. Ia berharap laboratorium milik pemerintah mampu bersaing dengan swasta.
"Harapan kami tentu saja Labkes mampu bersaing dengan laboratorium swasta. Jangan lagi ada citra kalau laboratorium milik pemerintah yo koyo ngono kuwi [seperti itu-itu saja]. Termasuk dari sisi fasilitas, kalau di sana pakai AC kita juga pakai," katanya, Senin.
Pembajun mengatakan saat ini BLKK sedang membangun gedung baru, tentunya akan ada penambahan fasilitas laboratorium yang canggih. Namun penambahan fasilitas itu berdasarkan prioritas, karena BLKK sebagai salah satu Badan Layanan Umum (BLU) harus bisa mendanai diri sendiri.
"Termasuk meningkatkan kesejahteraan bagi karyawan dan mutu pelayanan. BLU harus meningkatkan mutu pelayanan, bukan ujung-ujungnya duit," ujarnya
BACA JUGA: Ada Cerita tentang Sejarah Rempah di Teras Malioboro I
Kepala BLKK DIY, Woro Umi Ratih menegaskan fasilitas yang ada di BLKK sebenarnya tidak kalah canggih dengan milik swasta. Terkait peralatan juga standar seperti yang dipakai lab pada umumnya. Selain memberikan dukungan layanan program pemerintah, BLKK DIY memberikan layanan ke masyarakat yang akan periksa laboratorium sekaligus disiapkan dokter.
"Untuk ke depan terkait dengan peralatan dengan adanya gedung baru sudah kami siapkan mulai dari mikrobiologi, lingkungan dan medis seperti apa. Yang jelas kami siap bersaing dengan lab swasta," katanya.
Dia mengatakan layanan di Labkesda justru memiliki kelebihan yaitu dengan harga terjangkau dengan kualitas sama seperti laboratorium swasta. Bahkan ada beberapa jenis pemeriksaan yang harganya setengah dari laboratorium swasta.
"Karena kalau di swasta ada item jasa untuk menggaji petugas, kalau kami [PNS] sudah digaji sehingga tarif tidak terlalu tinggi. Selain itu untuk pemeliharaan alat ada anggaran tersendiri, beda dengan lab swasta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.