Advertisement

Ada Cerita tentang Sejarah Rempah di Teras Malioboro I

Triyo Handoko
Senin, 20 Juni 2022 - 10:17 WIB
Bhekti Suryani
Ada Cerita tentang Sejarah Rempah di Teras Malioboro I Suasana Teras Malioboro 1, Jogja, Sabtu (19/2/2022) malam - Harian Jogja/Sirojul Khafid.\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menggelar pameran bertajuk “Penunggang Samudra” di Teras Malioboro I, Jogja. Pameran bertujuan mengajak publik menengok kembali sejarah dan potensi rempah-rempah di Tanah Air.

BPCB DIY membagi pemeran ini dalam empat bagian. Kepala BPCB DIY Zaimul Azzah menjelaskan pameran tersebut untuk memperkenalkan jalur rempah sebagai warisan budaya. “Selain itu agar UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya tak benda yang sudah kami perkenalkan sejak 2020,” katanya, Minggu (19/6/2022).

Zaimul menyebut rempah telah menginspirasi berbagai bangsa untuk mencipta karya budaya. “Misalnya dengan rempah banyak dibuat kuliner, obat, kosmetik, dan lain-lain dari berbagai negara,” jelasnya. Daya tarik rempah inilah yang menjadi sajian dari pameran, lanjut Zaimul.

Dalam empat pembabakan pameran menampilkan kisah tentang ekspansi maritim Mataram, instalasi artefak benda purbakala, dan berbagai lukisan potret tokoh-tokoh yang berhubungan dengan jalur rempah.

BACA JUGA: Partai Besutan Amien Rais Jadikan Emak-Emak sebagai Motor Pemenangan di 2024

“Misalnya ada Manuel Godinho de Eredia, seorang penulis Portugal abad ke-15 yang mencatat perjalanan rempah-rempah Nusantara,” ujarnya.

Pameran yang dikuratori oleh Guru Besar Ilmu Sejarah UGM, Sri Margana ini menyebut rempah telah mengubah sejarah peradaban dunia. “Para pelaut Nusantara mengenalkan rempah ke Cina di utara, dan Arab, India, Srilanka, Afrika di barat, bahkan kemungkinan hingga laut Mediterania yang menghubungkan para pedagang dunia dari Afrika, Asia dan Eropa,” kata Sri Margana.

Sehingga secara langsung rempah Nusantara, kata Margana, berpengaruh besar pada dunia. “Pengaruhnya itu yang harus kita ingat dan pelajari sebagai inspirasi, bahwa Nusantara pernah berjaya dan mengukir sejarah,” ujarnya.

Margana menyebut hal tersebut didukung antara lain berbagai catatan sejaradan kartografis. “Bukti-bukti tersebut sudah mutlak, dan pengaruh rempah Nusantara signifikan dalam sejarah bukan pernyataan kosong belaka namun fakta sejarah,” papar dia.

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Top 7 News Harianjogja.com 2 Juli 2022

Jogjapolitan | 13 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Musim Liburan, Begini Kondisi Kasus Covid-19 di DIY

News
| Sabtu, 02 Juli 2022, 20:57 WIB

Advertisement

alt

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata
| Sabtu, 02 Juli 2022, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement