Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Anggota Zakea./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Start up Zakea asal Universitas Islam Indonesia (UII) berinovasi dalam bidang kosmetik. Produsen yang sudah berkarya sejak 2019 ini dalam masa penyiapan produk kosmetik dengan nano material yang natural dan halal.
Chief Executive Officer Zakea, Muhammad Idris, mengatakan dengan menggunakan nano material, bahan aktif lebih mudah diserap oleh kulit sehingga proses pengobatan lebih cepat. Dalam produk yang sedang disiapkan ini, Zakea fokus dalam produk serum anti acne dan serum anti aging.
Adapun cara pembuatan nano material produk Zakea yaitu dengan metode Self Nano-Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Bahan aktif kosmetik berupa minyak atsiri Indonesia dibuat menjadi nano-emulsi dengan cara emulsifikasi energi tinggi menggunakan alat ultrasonifikasi. Sejauh ini, produk kosmetik dengan kombinasi nano material, natural, dan halal masing cukup jarang di Indonesia.
BACA JUGA: USY-BOX, Alat dari UII untuk Deteksi Urin dengan Kamera
“Kosmetik natural mungkin banyak, namun naturalnya dari bahan yang sudah umum. Produk Zakea menggunakan bahan alam yang tersedia di Indonesia, terutama minyak atsiri Indonesia,” kata Idris, Senin (27/6/2022).
Bahan baku minyak atsiri Indonesia, seperti minyak atsiri kulit jeruk nipis, minyak atsiri mawar, minyak atsiri lemon, minyak atsiri sereh wangi, dll. Pemanfaatan produk asli Indonesia ini juga sebagai bentuk dukungan untuk petani dan penyuling atsiri. Dalam rangka implementasi bisnis yang berkelanjutan, Tim Zakea juga melakukan pendampingan kepada petani dan penyuling tradisional. Agar dapat mengolah hasil pertaniannya menjadi produk dengan nilai ekonomis lebih tinggi.
Sejauh ini, produk kosmetik Zakea masih dalam beberapa masa pengujian. Pengujian termasuk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam produk nano, BPOM mengatur ukuran minimal 100 nanometer. Proses pengujian ini juga bekerja sama dengan perusahaan kosmetik asal Surabaya.
“Dalam enam bulan ke depan, semoga bisa segera produksi dalam skala kecil dulu,” katanya.
BACA JUGA: Start-up Netraku Asal UII, Upaya Menyejahterakan Tunanetra
Ide awal kosmetik dengan nano material, natural, dan halal berawal dari hibah penelitian yang didanai oleh DPPM UII. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam even seminar internasional tahun 2017. Hasil penelitian ini kemudian dilanjutkan untuk mendapatkan formula yang lebih efektif.
Sebelum menjamah produk kosmetik, sebelumnya Zakea juga memproduksi produk lain seperti hand sanitizer. “Waktu pandemi Covid-19 buat hand sanitizer dengan aroma terapi. Kami juga buat produk lilin aroma terapi dan lainnya,” kata Idris. “Untuk pembuatan produk serum anti acne kali ini, prosesnya lebih menantang. Semoga bisa merambah ke produk yang lainnya juga.”
Saat ini, proses pengembangan produk Zakea berada dalam bimbingan Inkubator Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.