Advertisement

UMY Ajak Bangunjiwo Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia Pasien Diebetes Melitus Melalui Berbagai Cara Ini

Media Digital
Minggu, 24 Juli 2022 - 10:47 WIB
Budi Cahyana
UMY Ajak Bangunjiwo Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia Pasien Diebetes Melitus Melalui Berbagai Cara Ini Penyuluhan kesehatan di Bangunjiwo, Bantul, yang dilakukan UMY. - Istimewa

Advertisement

BANTUL—Penyakit degeneratif seperti diabetes melitus sering menyerang orang-orang dengan usia lanjut atau lansia.

Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, merupakan salah satu wilayah yang masih memiliki lansia dengan kasus diabetes. Keberadaan penyakit ini memang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan sehingga tidak menjadi komorbid atau berisiko menjadi stroke, gagal ginjal dll bila kadar gula darah tidak dikendalikan.

Salah satu upaya yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah mengaktifkan sekolah lansia yang mengajarkan mengenai upaya kesehatan oleh kader kesehatan. Penyuluhan diberikan oleh Titiek Hidayati, dosen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Keluarga Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Penyuluhan disampaikan dengan berbagai media untuk memberikan pengetahuan secara interaktif dan menarik. Media tersebut antara lain dengan media styrofoam untuk permainan menempelkan gambar menu makanan serta mengadakan semacam kuis setelah penyuluhan dilaksanakan.

Materi diberikan secara lengkap tidak hanya membahas penyakit diabetes saja melainkan faktor risiko dan jenis makanan yang memiliki indeks glikemik rendah, sedang, dan tinggi. Indeks glikemik merupakan indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat memengaruhi kenaikan gula darah dalam tubuh, sehingga penderita DM perlu memilih menu makanan dengan indeks glikemik yang rendah, dan keluarga perlu membantunya.

“Menu dengan kadar indeks glikemik pangan yang tinggi sangat tidak baik bila sering dikonsumsi penderita DM karena meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat, oleh karena itu pengaturan menu dan pola makan keluarga sangatlah penting,” kata Titiek.

Pengabdian yang telah dilakukan pada 1 Juli 2022 ini oleh merupakan salah satu program pengabdian yang dilaksanakan oleh Titiek Hidayati. Kegiatan tersebut mendorong lansia untuk melakukan cek gula darah rutin selain pengecekan berat badan dan pemeriksaan Kesehatan, sehingga bila ditemukan kadar yang tinggi maka segera mendapatkan penanganan. Selain hal itu, aktifitas fisik tetap perlu dilakukan oleh lansia secara rutin antar lain melkukan senam. Senam sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik memiliki manfaat agar lansia tetap bugar dan sehat juga mendorong jantung bekerja optimal sehingga terhindar dari radikal bebas.

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Bangunjiwo diisi dengan pengisian kuesioner sebelum dan  setelah penyuluhan. Fungsi kuesioner menjadi alat untuk mengukur pengetahuan lansia desa Bangunjiwo agar lebih memudahkan intervensi yang akan dilakukan. Program dilakukan dengan dua kali kegiatan offline di Dusun Sribitan dan Ngrame pada tanggal 1 dan 13 Juli dengan agenda penyuluhan, pelatihan dan skrining gula darah beserta kuis sederhana, jumlah peserta masing masing 30 orang. Kondisi pandemi Covid 19 saat ini tentunya tidak memungkinkan pelaksanaan penyuluhan dengan jumlah peserta yang banyak sehingga untuk meningkatan kualitas pengabdian maka juga dilakukan secara online dengan metoda pertemuan zoom dengan jumlah peserta 100 orang, untuk bertemu dengan keluarga penderita DM untuk lebih memberikan dukungan pada pasien DM sehingga kualitas hidup pasien meningkat.

“Peserta program dan tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan sangat puas, hal ini diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta serta peserta mengikuti kegiatan sampai selesai serta prosentase kehadiran peserta sekitar 90 persen dari jumlah undangan yang diberikan ke calon peserta.  Harapan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas hidup lansia, mencegah perburukan penyakit, meningkatkan pengetahuan akan penyakit yang diderita sehingga aktif mengakses pelayanan kesehatan dan kader kesehatan serta pada usia lanjut membutuhkan daya dukung keluarga untuk membantu kegiatan sehari-hari,” ujar Titiek. (ADV)

Advertisement

 

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement