Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus Covid-19 DIY bertambah secara signifikan pada Rabu (27/7/2022). Warga terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia dilaporkan ada satu orang.
Kabag Humas Biro UHP Setda DIY Ditya Nanaryo Aji menjelaskan pada penambahan 121 dalam satu hari, berasal dari Sleman 57 kasus, Kota Jogja 26 kasus, Bantul 21 kasus, Kulonprogo 21 kasus, dan Gunungkidul nihil penambahan kasus. “Dilaporkan ada satu kasus meninggal dunia berasal dari Sleman,” katanya Rabu.
BACA JUGA: Di Jalur Pansela Gunungkidul, Kampung Jadi Puing dan Rumah Beralih Megah
Rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid-19, terdiri atas periksa mandiri 54 kasus, kontak erat ada 49 kasus dan suspek 17 kasus.
“Positivity rate harian per 27 Juli 2022 di angka 4,19%,” ujarnya.
Ia menambahkan kasus aktif di DIY meningkat di atas 1.000 kasus per Rabu hari ini. Keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 untuk kritikal di angka 5,63% dan nonkritikal 5,35%.
Ketua Pokja Genetika FKKMK UGM Gunadi menyatakan peningkatan kasus Covid-19 di DIY sudah sesuai perkiraan lonjakan kasus pada akhir Juli 2022. Oleh karena itu booster di DIY harus terus ditingkatkan untuk meminimalisasi tingkat keparahan ketika terpapar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Menurut Damar, bekerja merupakan tanggung jawab orangtua, tetapi pengasuhan membutuhkan kehadiran. Sekolah dan teknologi, kata dia, tidak dapat menggantikan ras
Konser MAMAMOO Jakarta 19 September 2026 batal. RBW memastikan seluruh tiket dikembalikan penuh setelah situasi aktivitas vulkanik.
iOS 27 rilis 14 September. Simak daftar iPhone yang mendapat update serta perangkat yang bisa menggunakan Siri AI.
Rupiah melemah 0,36% ke Rp17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.
Sebuah goresan yang lahir dalam pembukaan 1O1 Travel Sketch x Sketsa Nusantara pada 8–9 Agustus 2026 kini kembali kepada pemilik goresan tersebut.