Advertisement

Di Jalur Pansela Gunungkidul, Kampung Jadi Puing dan Rumah Beralih Megah

David Kurniawan
Rabu, 27 Juli 2022 - 16:57 WIB
Budi Cahyana
Di Jalur Pansela Gunungkidul, Kampung Jadi Puing dan Rumah Beralih Megah Rumah warga di Karangawen Girisubo, Gunungkidul, dibongkar karena terdampak proyek JJLS. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) di Girisubo, Gunungkidul, deretan rumah telah dibongkar dan hanya menyisakan dinding dan puing-puing. Seperti apa perkembangan pembangunan JJLS di wilayah tersebut? Berikut laporan wartawan Harian Jogja Nina Atmasari.

Adi Purwanto, 69, mengumpulkan pecahan-pecahan genting rumah yang berserakan di antara puing-puing rumahnya. Ia menyapunya karena atap sudah dibongkar. Lantai itu tetap aman saat dipijak.

BACA JUGA: Ini Daftar Rute Perjalanan Kereta Terindah di Dunia

“Sudah selesai dibongkar, ini cuma bersih-bersih,” kata Adi Purwanto, saat ditemui Tim Jelajah Jalur Pansela: Membangun Ekonomi Pantai Selatan Jawa di bekas rumahnya yang sudah dibongkar, di tepi jalan raja Tepus-Jerukwudel wilayah Tlasih, Karangawen Girisubo, Gunungkidul, Jumat (22/7/2022).

Rumah Adi Purwanto termasuk dalam puluhan rumah di kawasan tersebut yang harus dibongkar terkena pembangunan JJLS. Pembebasan lahan telah berlangsung pada 2017, dan saat ini warga mulai menebangi kayu dan membongkar rumah. Mereka dibantu oleh kontraktor yang akan membangun JJLS. Bekas bangunan rumah juga dikumpulkan. Warga tetap boleh meminta material rumah yang sudah dipereteli.

Hampir semua rumah yang harus dibongkar telah dibongkar sehingga pendudik setempat bedol desa. Kawasan di ruas jalan tersebut kini menyisakan bekas bangunan dengan dinding tanpa atap. Puing-puing rumah banyak berserakan, persis bekas kampung yang telah ditinggalkan.

Di bagian belakang bekas bangunan tersebut, banyak berdiri rumah yang megah, seperti di belakang bekas rumah Adi Purwanto. “Alhamdulillah, dulu dapat ganti untung, jadi bisa untuk bangun rumah di belakang itu. Kami pindah ke sana. Kami juga bisa membeli sapi untuk dipelihara,” katanya semringah, sambil menunjukkan rumah megah di belakang bekas rumahnya tersebut.

Ia mengatakan warga di kawasan tersebut menyambut baik pembangunan JJLS, meski harus merelakan rumah mereka. Warga menerima ganti rugi yang baik sehingga cukup untuk membangun rumah kembali bahkan membeli ternak. Kebanyakan warga membangun rumah di lahan mereka yang tidak jauh dari rumah mereka sebelumnya.

“Yang dibebaskan hanya yang tepi jalan ini. Kebanyakan warga masih punya lahan di belakangnya, atau di tempat lain yang masih di kampung ini. Jadi kami pindah tidak terlalu jauh. Hanya beberapa yang pindah keluar daerah, itu pun tidak jauh,” kata Adi Purwanto.

Menurutnya, warga punya harapan agar nanti setelah menjadi JJLS, jalan tersebut menjadi ramai kendaraan. Warga bisa memanfaatkannya dengan membuka usaha seperti warung. Menurut Adi, jalur tersebut akan menjadi jalur utama warga dari kawasan timur menuju wisata pantai di Gunungkidul.

Advertisement

Bangunan usaha di tepi jalan, seperti warung, dibongkar di akhir proyek dan saat ini masih boleh digunakan berjualan. Handoyo, 41, salah satu pemilik warung kelontong di tepi jalan tersebut, masih berdagang.

“Kami masih boleh berjualan di sini, bongkarnya nanti katanya akhir tahun ini atau awal tahun depan,” katanya.

Ia dan keluarganya akan pindah di Padukuhan Bandung, yang masih satu kalurahan, berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya saat ini. Rumahnya di lahan tersebut telah selesai dibangun dan rencananya ia tetap berjualan.

Advertisement

“Rumah saya di sana sekarang masih di tengah tebing. Menurut rencana nanti JJLS lewat depan rumah itu. Jadi rumah saya akan berada di tepi jalan raya. Semoga kalau nanti JJLS ramai, warung saya juga ramai,” katanya.

BACA JUGA: Waduh! Ribuan Keluarga di Gunungkidul Masuk Kategori Miskin Ekstrem

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah (Jateng)-DIY, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), JJLS ruas jalan Tepus-Jerukwudel II merupakan pembangunan jalan baru sepanjang 10,925 km.

Proyek tersebut senilai Rp264 miliar dengan masa kontrak mulai 22 Maret 2022 dan jadwal Serah Terima Akhir Pekerjaan pada 31 Desember 2024. Saat ini, progres fisik mencapai 3,1%.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement