Advertisement
Doa Kraton Jogja untuk Warga DIY di Malam 1 Sura

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat meniadakan ritual Mubeng Beteng di Malam 1 Sura atau malam pergantian Tahun Baru Jawa 1 Sura Ehe 1955/1 Muharram 1444 H. Ratusan perwakilan abdi dalem dan masyarakat mengikuti doa bersama yang digelar di Bangsal Ponconiti, Kompleks Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (29/7/2022) malam.
Perwakilan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat KRT Wijaya Pamungkas menjelaskan seperti saat situasi sebelum pandemi, malam 1 Sura biasanya digelar ritual Mubeng Beteng. Akan tetapi pada tahun ini tidak digelar meski pun kasus Covid-19 sebenarnya sudah mereda dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi demi kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat, ritual Mubeng Beteng tidak digelar.
Advertisement
"Bedanya tahun ini dalam klimaksnya tidak ada prosesi mubeng Beteng kalau tahun sebelumnya ada prosesi. Sekarang tidak seperti dulu [saat sebelum pandemi], bahwa tahun ini masih perlu kehati-hatian wabah Covid-19," katanya Jumat malam.
Ia menambahkan sebagai pengganti kemudian digelar doa bersama di Bangsal Ponconiti yang diikuti sekitar 300 orang terdiri atas Abdi Dalem dan perwakilan warga DIY. Meski digelar secara sederhana, acara doa bersama 1 Sura tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Penghageng Parentah Hageng Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Wironegoro.
"Berlangsung dari jam 20.00 WIB sampai 23.00 WIB, selanjutnya dilakukan upacara diawali dari pembacaan, pembukaan dilanjutkan pangandikan dari Penghageng KPH Wironegoro," ujarnya.
Setelah sambutan dari Penghageng Karaton Ngayogyakarta, kemudiab diadakan doa bersama yang dipimpin oleh Abdi Dalem Konco Kaji. Adapun secara umum permohonan doa yang dipanjatkan agar hadirnya tahun baru nanti warga Jogja selalu diberi kemudahan keselamatan. Selain itu untuk negara RI harapannya ke depan dapat terlaksana pembangunan terutama khususnya di DIY dan jauh dari marabahaya serta selalu mendapat lindungan.
"Doanya secara umum semoga warga DIY diberikan keselamatan, kemudahan, kesehatan dan untuk negara Republik Indonesia," katanya.
Meski berlangsung sederhana namun ia memastikan ritual doa bersama itu tidak mengurangi esensi dari kegiatan budaya. "Memperhatikan kesederhanaan tetapi esensi tetap terjaga. Kita tetap menjaga kesehatan prokes, selalu mempertahankan persatuan agar keamanan di masyarakat terjaga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi Terjadi pada Hari Ini dan Besok
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,1
- Ratusan Napi di Lapas Wonosari Dapatkan Remisi Lebaran, 3 Orang Bisa Langsung Bebas
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca Kembang dari Sebuah Restoran di Mlati Sleman
- Tim SAR Parangtritis Masih Cari Satu Korban Kecelakaan Laut
- Libur Lebaran 2025, Pengunjung GL Zoo Bisa Tembus 11.000 Orang dalam Sehari
Advertisement
Advertisement