Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) bekerja sama dengan Harian Jogja menggelar Workshop Jurnalistik dan Teknik Presenting, Kamis (4/8/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) bekerja sama dengan Harian Jogja menggelar Workshop Jurnalistik dan Teknik Presenting, Kamis (4/8/2022).
Selain untuk memberikan pengetahuan tentang jurnalistik, juga sebagai upaya menangkal penyebaran hoaks di lingkungan pelajar.
Pelatihan ini diikuti oleh siswa siswi SMP di seluruh Indonesia yang berada dalam binaan YPA-MDR. Sekolah-sekolah yang mengikuti pelatihan meliputi SMP Negeri Leuwiliang; SMP Negeri 2 Merbau Mataram; SMP Negeri 1 Tanjungsari; SMP Negeri 2 Gedangsari; SMP Negeri 4 Pandak; SMP Negeri 2 Donorojo; SMP Negeri 1 Amarasi Selatan.
Selain itu ada perwakilan SMP Negeri 10 Takari; SMP Negeri 14 Takari; SMP Negeri 2 Amarasi Selatan SATAP; SMP Negeri 1 Rote Barat. Selanjutnya ada wakil dari SMP Negeri 2 Rote Barat; SMP Negeri 3 Rote Barat dan SMP Negeri SATAP Boa.
Sekretaris Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso mengatakan, PT Astra International Tbk melalui YPA-MDR melaksanakan program CSR dengan tajuk Layar Edukasi Jurnalistik. Penyelenggaraan kali ini diselenggarakan bersama dengan Harian Jogja secara virtual melalui zoom meeting. “Pesertanya merupakan wakil dari sekolah menjadi binaan YPA-MDR,” kata Wedijanto, Kamis (4/8/2022).
Dia menjelaskan, Layar Edukasi Jurnalistik diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi siswa binaan jenjang SMP dan SMK dalam berliterasi. Langkah ini sebagai wujud nyata YPA-MDR dalam meningkatkan pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.
Ke depannya, peserta pelatihan akan dinobatkan sebagai komunitas jurnalis sekolah. Diharapkan dengan adanya komunitas ini mampu memberikan kontribusi sebagai jurnalis sekolah sehingga dapat menuliskan artikel kegiatan sekolah dalam bentuk bulletin, majalah dinding hingga media sosial. “Ini juga sebagai bentuk publikasi kegiatan di masing-masing sekolah,” katanya.
Wedijanto berharap kepada para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapatkan demi mendukung untuk kemajuan sekolah. “Selamat mengikuti pelatihan dan ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat,” katanya.
Redaktur Harian Jogja, Budi Cahyana, mengatakan dalam pelatihan ini memberikan tips mudah untuk menulis berita tentang kegiatan sekolah sesuai dengan kaidah jurnalistik. Menurut dia, penulisan yang diberikan sebatas teori, untuk praktiknya dibutuhkan keseriusan dari masing-masing peserta.
“Berita adalah peristiwa yang disampaikan ke publik, baik melalui tulisan maupun video. Apa yang saya berikan hanya teori dan teman-teman [para peserta] bisa mempraktikan di sekolah masing-masing,” katanya.
Menurut dia, penulisan berita harus berdasarkan fakta peristiwa yang terjadi dan tidak boleh berdasarkan asumsi maupun khayalan. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Kalau kita menerima informasi yang salah atau keliru akan sangat merugikan karena akan keliru juga dalam mengambil keputusan. Jadi penyebaran berita hoaks harus dihindari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.