Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari lokasi penemuan, Jumat (5/8/2022) dini hari./Ist Basarnas Yogyakarta
Harianjogja, BANTUL—Setelah melalui proses pencarian dalam waktu kurang dari 24 jam, tim SAR gabungan menemukan seorang pria yang hanyut tersapu ombak di muara Opak pada Kamis (4/8/2022) pagi. korban ditemukan pada Jumat (5/8/2022) dini hari.
Komandan Tim Basarnas Yogyakarta, Dedi Prasetya, menjelaskan pencarian yang sudah berlangsung sejak pagi sempat dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, dan kembali dilanjutkan pada malam harinya. “Tim SAR Gabungan melaksanakan Pemantauan di sekitar muara sungai opak dan lokasi kejadian,” ujarnya.
Pada pencarian malam harinya, tim SAR gabungan memulai pukul 20.00 WIB dan tidak ada penyisiran di air. “Untuk penyisiran malam tidak ada pencarian di air oleh tim SAR Gabungan. Pencarian malam tadi hanya di lakukan penyisiran di darat di sisi Sungai dan pantauan di sekitar lokasi kejadian,” kata dia.
Dalam pencarian ini, korban dapat ditemukan sekira pukul 00.30 WIB dalam kondisi tak bernyawa. Posisi korban berada di jarak 100 meter arah barat dari lokasi kejadian, tepatnya di Samas, Kapanewon Sanden, dalam kondisi tak bernyawa.
Baca juga: Warga Hilang Tersapu Ombak di Muara Opak
Tim SAR gabungan segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi. “Dengan ditemukannya satu korban hanyut di muara sungai opak, operasi SAR di tutup dan semua unsur yang terlbat di kembalikan ke kesatuannya masing-masing,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang belum diketahui identitasnya hanyut tersapu ombak di sekitar muara sungai Opak, pada Kamis (4/8/2022) sekira pukul 09.00 WIB. Kejadian ini dilaporkan oleh seorang pemancing yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi tersebut, terakhir terlihat korban berjalan dari arah timur menyebrang menuju muara ke arah barat, namun kemudian terbawa arus muara ke selatan. Korban sempat melambaikan tangan lalu tersapu ombak ke arah utara muara menuju pusaran sungai dan tak terlihat lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
Kemenag segera menyalurkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 senilai Rp4,1 triliun untuk 83 ribu lembaga pendidikan.
Kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Merapi, Magelang. Sebanyak 2.000 meter persegi lahan terbakar dan api padam setelah hampir tujuh jam.
Hasil Magang Nasional 2026 telah diumumkan. Fresh graduate yang belum lolos bisa memperkuat portofolio dengan lima langkah ini.