Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tim pencarian gabungan akhirnya menemukan Dimas Ismoyo Nugroho, 23, wisatawan asal Sleman yang dinyatakan hilang di Pantai Jungwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo.
Korban ditemukan meninggal dunia tak jauh dari lokasi pertama kali hilang pada Senin (7/11/2022) sekitar pukul 08.45 WIB.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I di Pantai Sadeng, Sunu Handoko mengatakan upaya pencarian di hari kedua sejak korban hilang membuahkan hasil. Dimas telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Temuan berawal dari seorang petugas yang melihat benda mencurigakan mengapung di laut. “Langsung didekati dan ternyata jasad korban hilang yang sedang dicari. Lokasi penemuan sekitar 20 meter dari tempat korban tercebur ke laut,” kata Sunu kepada wartawan, Senin siang.
Menurut dia, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Wonosari, untuk kemudian diserahkan ke keluarga. Sunu memastikan dengan ditemukannya Dimas, maka operasi pencarian gabungan resmi dihentikan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam pencarian sehingga operasi pencarian berjalan dengan lancar,” katanya.
BACA JUGA: Pemuda asal Sleman Hilang Ditelan Ombak Pantai Jungwok, Begini Ciri-Cirinya
Dia menjelaskan, proses pencarian melibatkan puluhan personel gabungan. Tim dibagi dalam dua kelompok, yakni jalur darat dan laut.
Tim jalur darat melakukan penyisiran dengan memantau dari dataran tinggi serta sekitar lokasi Dimas dinyatakan hilang. Selain itu, juga menyisir ke sisi barat dari lokasi sejauh 500 meter.
Adapun tim laut menerjunkan dua perahu jongkong dan satu jetski. Perahu jongkong bertugas menyisir ke sisi timur sejauh tiga mil dari lokasi hilang.
Sebelumnya diberitakan, Dimas dinyatakan hilang saat bermain di Pantai Jungwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Kecelakaan laut ini bermula saat Dimas datang bersama dengan teman-temannya di Pantai Jungwok sekitar pukul 13.30 WIB.
Rombongan pun bermain layaknya wisatawan umum lainnya. Sekitar pukul 16.00 WIB, korban terlihat memisahkan diri dengan teman-temannya. Dimas bermain di bebatuan dan terus berjalan ke arah barat Pantai Jungwok.
Melihat korban berjalan sendirian di area berbahaya, tim SAR yang juga berupaya memperingatkan. Namun imbauan ini tak didengarkan oleh Dimas. “Teman korban sempat mengejar, tapi korban sudah tercebur ke laut,” katanya.
Kapolsek Girisubo, AKP Isnaini berharap laka laut di Pantai Jungkwok harus menjadi pembelajaran bersama. Ia berharap kepada seluruh pengunjung maupun nelayan untuk berhati-hati pada saat berada di pantai. “Bagi pengunjung jangan bermain di area yang berbahaya. Ingat keselamatan diri adalah hal yang utama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.