Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Penyaluran BBM oleh Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah./Istimewa-Pertamina
Harianjogja.com, SLEMAN- Program Subsidi Tepat Sasaran Pertamina perlu terus disosialisasikan. Pasalnya, hingga Agustus 2022, hanya 1.620 unit kendaraan di Sleman yang terdata dalam aplikasi MyPertamina.
Sales Branch Manajer II PT Pertamina Yogyakarta, William Handoko Gotama mengatakan program Subsidi Tepat merupakan upaya untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi dilakukan secara tepat. Salah satu langkah yang diterapkan, katanya, kewajiban pemilik kendaraan roda empat yang menggunakan solar atau pertalite untuk mendaftarkan beberapa dokumen pada website subsiditepat.mypertamina.id.
"Jadi fokusnya bukan pada wajib menggunakan aplikasi MyPertamina. Pemilik kendaraan hanya perlu terdaftar dalam website dengan beberapa dokumen seperti identitas diri dan foto kendaraan," katanya di sela kegiatan Sosialiasi Penerapan dan Pelatihan Aplikasi MyPertamina, di Aula Pangripta Bappeda Sleman, Kamis (4/8/2022).
Jika semua berkas yang diperlukan sudah siap, lanjut Handoko, proses untuk mengunggah seluruh dokumen tidak membutuhkan waktu lama. Hanya sekitar 10-15 menit saja. Dokumen yang sudah diupload akan melewati proses verifikasi data sekitar tujuh hari. Setelah itu, pemilik kendaraan akan menerima barcode atau kode QR yang bisa digunakan untuk transaksi pertalite atau solar di SPBU.
Baca juga: Pertamina Belum Batasi Pembelian Pertalite
"Dengan cara seperti ini maka pembelian solar ataupun pertalite tidak akan menggunakan telepon genggam secara langsung," terangnya.
Hingga kini, lanjut Handoko, untuk wilayah Sleman baru sebanyak 1.620 kendaraan yang telah terdata dalam aplikasi MyPertamina. Secara keseluruhan, data tersebut hanya sekitar 3,7% dari data seluruh warga Sleman. Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan jumlah kendaraan yang telah didaftarkan oleh pemilik ke dalam aplikasi MyPertamina.
"Dengan demikian maka penyaluran bensin pertalite dan solar bersubsidi dapat disalurkan secara tepat dan akurat," tandasnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan sosialisasi tersebut dinilai penting untuk menyukeskan rencana pemerintah agar penyaluran subsidi BBM tepat sasaran. Terlebih, sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan OPD, panewu, serta lurah se-Sleman.
"Kami harapkan mereka menjadi jembatan informasi yang tepat untuk masyarakat dalam memahami program Subsidi Tepat. Sebab, hingga saat masih banyak masyarakat yang belum memahami terkait program tersebut," katanya.
Pemkab mencacat, jumlah kendaran yang registrasi untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) di Sleman sebanyak 1.161 kendaraan dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) sebanyak 5.236 sehingga total mencapai 6.397 kendaraan dari total 240.954 kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.