Advertisement

BKKBN Meyakini Program DASHAT Menurunkan Kasus Stunting di Sleman

Media Digital
Selasa, 09 Agustus 2022 - 18:37 WIB
Jumali
BKKBN Meyakini Program DASHAT Menurunkan Kasus Stunting di Sleman Kepala BKKBN Hasto Wadoyo bersama Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di sela kegiatan Launching Program Dapur Sehat Atasi Stunting Dashat (Dashat) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (9/8 - 2022). / Ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu agenda prioritas nasional. Tujuannya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan saat ini prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi, mencapai 24,4% pada 2021. Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu provinsi yang berada di bawah nasional dengan angka 17,3%.

"Adapun prevalensi stunting di Kabupaten Sleman berada di angka 16 persen," kata Hasto di sela kegiatan Launching Program Dapur Sehat Atasi Stunting Dashat (Dashat) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa (9/8/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Terdapat lima pilar dalam Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting. Salah satunya adalah ketahanan pangan dan gizi.

"Ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat ini menjadi target yang harus dikawal terus untuk mempercepat penurunan stunting termasuk di Kabupaten Sleman," katanya.

BKKBN sejak 2021 meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). DASHAT merupakan program penyediaan dan edukasi makanan bergizi bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berbasis pangan lokal. Banyak pangan alternatif yang tersedia di sekitar masyarakat yang mengandung gizi yang bagus dan tidak mahal.

"Pangan lokal ini tentu saja dapat diolah menjadi makanan-makanan yang enak, tidak kalah dengan produk-produk pangan lainnya yang sudah beredar," ujarnya.

Dia berharap, program DASHAT dapat berkontribusi untuk percepatan penurunan stunting di DIY dari 17,3% pada tahun 2021 menjadi 10,16% pada tahun 2024. Adapun di Kabupaten Sleman program DASHAT diharapkan menurunkan kasus stunting dari 16% menjadi 9,16% pada tahun 2024 sebagaimana yang ditargetkan pemerintah.

"Kami mohon dukungan dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, BUMN, Swasta, dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Sleman agar cita-cita kita menurunkan angka stunting menjadi 14 persen secara nasional dapat tercapai," pinta Hasto.

Advertisement

Dukungan Anggaran

Hasto menjelaskan, untuk mendukung percepatan penurunan stunting, BKKBN telah menganggarkan dana alokasi khusus (DAK) terdiri dari DAK Fisik dan Non Fisik (BOKB) kepada di OPD KB di Sleman. Realisasi DAK Sleman pada tahun 2022 juga dinilai baik.

Pagu anggaran DAK Fisik sebesar Rp1,98 miliar terealisasi Rp13,8 juta (0,7%) dan DAK non fisik (BOKB) dari pagu anggaran Rp8,88 miliar terealisasi Rp1,7 miliar (19,2%). Jumlah tersebut hampir semua sudah digunakan. Kegiatannya sudah jalan tetapi pencairan dananya belum dilakukan. "Kami berharap OPD KB dapat melaksanakan serapan anggaran DAK agar terealisasi dengan cepat.

“Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Sleman," katanya.

Advertisement

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan program DASHAT akan diterapkan di 17 kapanewon di Sleman. Diharapkan dengan program tersebut kasus stunting di Sleman akan terus menurun. Anggaran BOKB sejatinya sudah terserap sebanyak 40% untuk kegiatan di lapangan.

"Jadi fokusnya untuk mengatasi stunting. Kader-kader intens turun ke bawah untuk memberikan pendampingan," katanya.

Dijelaskan Kustini, angka stunting di Sleman setelah dilakukan verifikasi di lapangan angkanya hanya 6,92%. "Jadi awalnya sekitar 6000 anak yang dinilai stunting namun setelah diverifikasi yang ditemukan hanya 700 anak yang stunting," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Stok Darah di PMI DIY Hari Ini, Aman?

Stok Darah di PMI DIY Hari Ini, Aman?

Jogjapolitan | 43 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Jumat, 7 Oktober 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 07:09 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement