Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Seorang warga sedang membuang sampah di depo sementara samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Jumat (21/1/2022)/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja membuat gerakan untuk mengajak masyarakat di wilayah setempat untuk mengurangi volume pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Lewat surat edaran yang baru terbit pada 8 Agustus lalu, DLH mengimbau kepada warga untuk libur membuang sampah setiap hari Minggu ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau depo.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Ahmad Haryoko mengatakan, meski baru sebatas imbauan pihaknya optimistis gerakan ini sedikit banyak bakal berdampak pada volume pembuangan sampah ke TPA Piyungan. Upaya ini juga telah diterapkan di pusat pembuangan sampah itu dimana setiap hari minggu TPA Piyungan tidak menerima sampah.
Menurut Daryoko, gerakan imbauan tidak membuang sampah pada hari Minggu sudah dimulai sejak dua bulan terakhir. Meski begitu surat edaran ke jajaran pemerintah di tingkat kelurahan baru disampaikan awal Agustus ini. Dia menyebut bahwa, beberapa kabupaten lain di wilayah DIY telah menerapkan gerakan ini, harapannya upaya pembuangan sampah ke TPA bisa berkurang seminimal mungkin.
"Ini masih imbauan, kan kalau Sleman dan Bantul sudah ada, mereka kan mudah karena banyak TPS dan ada pintunya juga, tinggal ditutup sudah selesai. Kalau di kota kan ndak bisa. Itu yang kita baru imbau, kalau memaksa kan belum lah karena memang kondisi TPS nya banyak dan kecil, juga kalau dibuatkan pintu butuh biaya. Jadi baru imbauan saja," jelas dia, Jumat (12/8/2022).
Daryoko menyatakan, DLH telah membuat surat edaran resmi yang disebarkan ke pengurus kelurahan. Nantinya kelurahan diharapkan membuat salinan imbauan agar juga disampaikan ke jajaran RT/RW. Dengan begitu, gerakan ini diharapkan mampu menekan laju pembuangan sampah di wilayah Kota Jogja yang dalam sehari mencapai hitungan ton.
"Kalau prediksi berkurangnya berapa memang masih belum bisa diukur. Sekarang kan kita juga terbantu dengan musim kemarau jadi sampahnya kering. Tapi sewaktu ditimbang memang volume dan beratnya berkurang. Akan kita lihat kalau di musim penghujan kondisinya bagaimana, kalau memang turun dibandingkan tahun lalu, berarti efektif," ungkapnya.
Lurah Kotabaru, Kemantren Gondokusuman, Supardi menyebut, kondisi TPA Piyungan yang kerap bermasalah membuat pihaknya berinisiatif untuk mengajak warga mengolah sampah sejak dari rumah tangga. Sebisa mungkin sampah yang dibuang ke depo atau TPS merupakan sampah yang tidak lagi bisa diolah.
"Kotabaru sudah sejak awal adanya penumpukan sampah di TPA Piyungan selalu menghimbau dan mengajak warga untuk peduli dengan sampah, bisa memilah memilih dan membuang sampah sesuai anjuran," ujarnya.
BACA JUGA: Masih Ada Kalurahan di DIY yang Tidak Mencairkan Danais, Kenapa?
Di sisi lain, Supardi mengklaim bahwa setiap RW di tempatnya kini juga telah berdiri bank sampah. Kehadiran bank sampah ini berdampak pada pengurangan pembuangan sampah warga ke TPS maupun depo yang ada di wilayah itu. "Di Kotabaru semua RW juga sudah ada bank sampah, sehingga semakin mudah untuk mengelola sampah sesuai peruntukannya," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Profil Rahmat Erwin Abdullah, lifter Indonesia yang meraih emas Asian Games 2026 sekaligus memecahkan dua rekor dunia dengan total 366 kg.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 nomor 75 kg putra dengan total 366 kg. Ia juga mencatatkan rekor dunia lewat angkatan clean and jerk.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Oxford Economics merilis Global Cities Index 2026 yang memeringkat 1.000 kota. New York, London, dan Paris berada di tiga posisi teratas.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.