RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul akan menggelar job fair atau pameran lowongan kerja pada 22-24 Agustus mendatang. Total ada 4.000 lowongan kerja dalam job fair tahun ini yang melibatkan sebanyak 44 perusahaan di wilayah DIY dan luar DIY.
Namun karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, job fair tahun ini masih dilakukan secara daring atau online. Para pencari kerja atau pelamar bisa mengakses website www.jobfairbantul.com. “Tanggal 17 Agustus ini bisa membuat akun di website kami, lalu pada tanggal 22-24 Agustus bisa apply pekerjaan yang dipilih dan akan ditindaklanjuti oleh perusahaannya,” kata Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti, saat ditemui Rabu (17/8/2022).
Dengan adanya program tersebut, Istirul menghimbau agar para pencari kerja di Bantul bisa memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan yang sesuai minat dan klasifikasinya masing-masing. Lowongan pekerjaan dalam job fair terbuka bagi lulusan sarjana hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Selain itu lowongan kerja dalam job fair tahun ini diakuinya lebih banyak dibanding tahun lalu sebanyak 2.000 lowongan. Ia berharap dalam job fair ini semua lowongan dapat terpenuhi sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Bumi Projotamansari.
Menurut Istirul jumlah pengangguran di Bantul bertambah selama masa pandemi Covid-19 ini karena ada sejumlah perusahaan di Bantul mengurangi jumlah pekerja. Dari catatannya per akhir 2021 jumlah pengangguran di Bantul sebanyak 24.000 orang dan mayoritas pengangguran adalah lulusan SMA dan SMK.
Tingginya jumlah pengangguran di Bantul, kata Istirul, lantaran jumlah lulusan tidak sebanding dengan minat atau kualifikasi yang tersedia pada lowongan kerja, “Bantul ini mayoritas lowongan yang tersedia itu industri garmen dan furniture. Menjadi pekerjaan rumah kita bersama mempertemukan kebutuhan pasar kerja dengan lulusan yang ada,” paparnya.
Kemudian minimnya pengetahuan masyarakat untuk menggunakan teknologi informasi tentang lowongan kerja juga menjadi salah satu faktornya. Karena hal itu, Disnakertrans Bantul pun sudah menyiapkan berbagai program agar informasi tentang lowongan kerja bisa maksimal diketahui oleh masyarakat.
Maka sejak April tahun ini Disnakertrans Bantul mulai melakukan inovasi dan terobosan dengan menyelenggarakan Pak Iling atau kepanjangan dari Pelayanan Antar Kerja dan Informasi Lowongan Keliling.
BACA JUGA: Daftar 16 Parpol yang Tak Lolos Tahapan Pemilu 2024
Pihaknya sudah berkeliling ke sejumlah kapanewon dengan untuk mendekatkan pelayanan dan memberikan solusi bagi warga masyarakat yang tidak akrab dengan teknologi informasi sehingga bisa mengakses lowongan kerja di Disnakertrans Bantul, “Sudah enam kapanewon yang kami datangi dan akan terus dilakukan. Rencana tahun depan akan kita dekatkan lagi sampai ke kalurahan-kalurahan,” tandas Istirul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Wamendagri Ribka Haluk meminta penyaluran Dana Otsus Papua 2026 menerapkan prinsip 5T agar manfaatnya tepat sasaran bagi masyarakat.
Polresta Banyumas mengungkap kasus pemerasan berkedok anggota polisi terhadap remaja di Desa Pliken dengan dua tersangka.
KPK membawa tiga koper dokumen dan telepon seluler dari penggeledahan kantor CV DKK di Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Tari Bedhaya Ullen Sentalu resmi dipentaskan setelah melalui proses penciptaan selama 25 tahun di Museum Ullen Sentalu.
Polrestabes Medan menyita 24 kilogram sabu tujuan Jakarta yang disembunyikan di dinding mobil setelah pengejaran di Jalan Tol Trans Sumatera.